PARIAMAN — Komando Daerah (Kodaeral) II Padang menggelar rangkaian kegiatan ketahanan pangan dan bakti kesehatan di Desa Kampung Kandang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut meliputi panen raya ikan nila sebanyak 1,5 ton, penebaran 5.000 bibit ikan nila, serta penanaman 200 batang bibit pepaya di lahan seluas sekitar setengah hektare.
Selain itu, Kodaeral II Padang juga melaksanakan bakti kesehatan berupa layanan pengobatan gratis bagi masyarakat setempat.
Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional 2026.
Baca Juga: 3 Atlet Pencak Silat Sumbar Tampil di Belgia, KONI Targetkan Prestasi di Ajang Internasional
Ia menjelaskan program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya penyediaan protein guna meningkatkan kualitas dan kuantitas ketahanan pangan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkuat sektor pangan, tetapi juga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi.
“Panen ikan nila, penanaman pepaya, dan bakti kesehatan diharapkan dapat memperkuat kemanunggalan, membantu mengatasi kesulitan masyarakat, serta meningkatkan perekonomian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan beras, tetapi juga akses masyarakat terhadap pangan sehat dan bergizi.
Baca Juga: Pangdam XX Resmikan Pencak Silat Militer, Perkuat Bela Diri Prajurit dan Budaya Nusantara
Ia menilai kegiatan yang dilakukan Kodaeral II Padang merupakan langkah konkret dalam memanfaatkan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pemanfaatan sumber daya lokal melalui penanaman pepaya, panen dan penebaran ikan nila, serta pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat,” katanya.
Diketahui, sebelum panen raya kali ini, Kodaeral II Padang telah melakukan penebaran 10.000 benih ikan nila di lokasi yang sama pada September 2025.
Program berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison