Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Festival Randai Remaja Sumbar 2026 di Pariaman Ditutup, Ratusan Pelajar Tampil Lestarikan Budaya Minangkabau

Hendra Efison • Senin, 27 April 2026 | 10:27 WIB
Festival Randai Remaja Sumbar 2026 di Pariaman libatkan ratusan pelajar, jadi upaya nyata pelestarian budaya Minangkabau. (Humas)
Festival Randai Remaja Sumbar 2026 di Pariaman libatkan ratusan pelajar, jadi upaya nyata pelestarian budaya Minangkabau. (Humas)

PADEK.JAWAPOS.COM—Upaya melestarikan warisan budaya Minangkabau terus digencarkan melalui berbagai kegiatan kreatif generasi muda.

Salah satunya diwujudkan oleh komunitas Sanggar Seni Mustika Minang yang menggelar Festival Randai Tradisi Remaja Tingkat Sumatera Barat 2026 bertajuk “Galanggang Randai Rang Mudo”.

Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar tingkat SMP hingga SMA dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Festival berlangsung selama dua hari, 25–26 April 2026, di Museum Budaya Kota Pariaman dan resmi ditutup pada Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: 53 Anak jadi Korban Kekerasan di Daycare, Diikat dengan Kain, Mayoritas Berusia 1-2 Tahun

Penutupan festival dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang digagas Sanggar Seni Mustika Minang tersebut.

Menurutnya, festival randai ini menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi budaya Minangkabau di tengah masyarakat.

Baca Juga: Kisah Remaja 15 tahun Asal Ranah Minang Menjemput Panggilan Haji, Sempat Ikhlaskan Kuota Almarhum Sang Ayah Diisi Saudaranya

Ia menilai, kegiatan tersebut merupakan langkah nyata untuk mempertahankan sekaligus menghidupkan kembali seni tradisi randai sebagai identitas budaya daerah.

Keterlibatan generasi muda juga menunjukkan bahwa nilai-nilai adat, kebersamaan, serta kearifan lokal masih relevan dan dapat terus diwariskan.

“Atas nama Pemerintah Kota Pariaman, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam pelestarian budaya,” ujar Mulyadi.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini 2026, GOW Pariaman Gelar Seminar dan Parade Kebaya Tradisional

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa atraksi budaya seperti festival randai tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, kreatif, serta memiliki kecintaan terhadap budaya daerah.

Pemerintah Kota Pariaman, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung program kebudayaan yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai budaya lokal.(*)

Editor : Hendra Efison
#randai Sumatera Barat #Pariaman 2026 #festival randai #Sanggar Mustika Minang #Pelestarian budaya Minangkabau