PADEK.JAWAPOS.COM— Rombongan Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) DKI Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera Barat saat berkunjung ke Kota Pariaman, Senin (12/5/2026).
Kedatangan rombongan yang dipimpin Wakil Ketua IKM DKI Jakarta Bundo Zuriati itu disambut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi, didampingi Ketua Dewan Pembina Bundo Kanduang Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman.
Selain menyerahkan bantuan, kunjungan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dengan Penasehat Bundo Kanduang sekaligus Wali Kota Pariaman, Yota Balad, yang juga merupakan salah satu penasehat IKM.
Ferialdi mengapresiasi perhatian dan kepedulian Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta terhadap masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Pariaman.
Baca Juga: 709 Kasus TBC di Payakumbuh, Wali Kota Zulmaeta Usulkan Bantuan Rehab 100 RTLH
“Kami mengucapkan selamat datang di Kota Pariaman dan berharap hubungan silaturahmi serta kolaborasi kegiatan antara Pemko Pariaman dengan Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta terus terjalin dengan baik,” ujar Ferialdi.
Ia menegaskan, Bundo Kanduang memiliki peran penting dalam menjaga adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
“Bundo Kanduang adalah benteng pertahanan adat dan budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi. Kami berharap kunjungan ini tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum pertukaran pikiran, studi tiru, dan penguatan nilai-nilai adat,” katanya.
Menurut Ferialdi, kontribusi IKM di perantauan juga membantu memperkenalkan budaya, kuliner, dan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.
Baca Juga: 13 Santri Tahfiz Diwisuda di Payakumbuh, Ada yang Hafal 5 Juz Al-Qur’an
“Kami sangat mengapresiasi upaya IKM yang terus mengenalkan budaya, kuliner, dan produk unggulan Pariaman di perantauan. Kegiatan ini tentu mempererat hubungan kekeluargaan antara perantau dan kampung halaman,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Bundo Kanduang Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad menyebut kunjungan tersebut menjadi bukti kuatnya ikatan emosional perantau Minang dengan daerah asal.
“Ini adalah wujud nyata pepatah Minangkabau, ‘jauah di mato, dakek di hati’. Meskipun berada di rantau, hubungan batin dengan Ranah Minang, khususnya Kota Pariaman, tidak pernah terputus,” ujar Ny. Yosneli.
Ia menambahkan, Pariaman terus berbenah dalam pengembangan sektor pariwisata, kuliner, dan pelestarian budaya, sehingga dukungan para perantau sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Banuaran Padang Hanguskan Gudang Lantai Dua, 6 Armada Damkar Dikerahkan
“Bundo Kanduang adalah pilar utama dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau, terutama dalam membentuk karakter generasi muda serta pendidikan dalam keluarga,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga diperkenalkan dengan berbagai produk UMKM Kota Pariaman seperti sulaman peniti, rajutan, keripik balado, ladu arai pinang, kue bawang, dan peyek kacang.
Acara yang dihadiri pengurus Bundo Kanduang Kota Pariaman itu ditutup dengan foto bersama dan pertukaran cendera mata.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara perantau Minang dengan kampung halaman sekaligus mendukung pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat daerah.(*)
Editor : Hendra Efison