Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Puskesmas Kampung Baru Padusunan Perluas Program Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi ke 8 Desa

ZikriNiati ZN • Senin, 1 Juni 2026 | 21:29 WIB
Puskesmas Kampung Baru Padusunan memperluas program SI BUCEK BUMING PLUS ke delapan desa untuk mendeteksi risiko kehamilan sejak sebelum masa kehamilan.
Puskesmas Kampung Baru Padusunan memperluas program SI BUCEK BUMING PLUS ke delapan desa untuk mendeteksi risiko kehamilan sejak sebelum masa kehamilan.

KAMPUNG BARU PADUSUNAN, PADEK.JAWAPOS.COM — Upaya menekan angka komplikasi kehamilan dan kematian ibu serta bayi terus diperkuat Pemerintah Kota Pariaman. Melalui Puskesmas Kampung Baru Padusunan, program deteksi dini risiko kehamilan yang sebelumnya diterapkan di satu desa kini diperluas ke seluruh delapan desa di wilayah kerja puskesmas sebagai langkah pencegahan sejak sebelum masa kehamilan dimulai.

Program bernama SI BUCEK BUMING PLUS (Siapkan Ibu Hamil Cegah Komplikasi dengan Buku Monitoring Plus) resmi direplikasi secara menyeluruh sejak 5 Februari 2025.

Inovasi tersebut merupakan pengembangan dari SI BUCEK BUMING yang lebih dahulu diterapkan sebagai proyek percontohan di Desa Bato pada 2024.

Perluasan program dilakukan setelah evaluasi menunjukkan pendekatan pemantauan kesehatan reproduksi berbasis masyarakat mampu meningkatkan deteksi dini terhadap faktor risiko kehamilan yang berpotensi menimbulkan komplikasi.

Baca Juga: Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Puskesmas Kampung Baru Padusunan Kembangkan PMT Pangan Lokal Tanpa Pengawet

Kepala Puskesmas Kampung Baru Padusunan, Badriah Khalidi, mengatakan berbagai masalah kesehatan yang tidak teridentifikasi sebelum kehamilan masih menjadi penyebab utama munculnya komplikasi pada ibu dan bayi.

"Kami melihat dampak positif yang nyata di Desa Bato. Karena itu, mulai tahun 2025 program ini diperluas agar seluruh pasangan usia subur di delapan desa mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pemantauan kesehatan reproduksi secara lebih dini," ujarnya.

Fokus pada Skrining Sebelum Kehamilan

Berbeda dengan pemantauan yang umumnya dilakukan setelah seorang perempuan dinyatakan hamil, SI BUCEK BUMING PLUS menitikberatkan pada skrining kesehatan pasangan usia subur sebelum masa kehamilan terjadi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Kesehatan yang mendorong penguatan pelayanan kesehatan reproduksi melalui deteksi dini faktor risiko sejak tahap perencanaan kehamilan.

Menurut Badriah, kehamilan yang sehat membutuhkan persiapan fisik dan mental yang matang. Kondisi kesehatan calon ibu sebelum hamil menjadi faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan janin hingga proses persalinan.

Baca Juga: Buka Layanan di CFD Padang, PLN Catat 15 Pelanggan Manfaatkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

"Deteksi dini sebelum masa kehamilan menjadi salah satu upaya untuk mengetahui lebih awal berbagai risiko yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi selama masa kehamilan dan persalinan," katanya.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sebagian besar komplikasi kehamilan dapat diminimalkan melalui pemeriksaan kesehatan rutin, pemantauan faktor risiko, serta intervensi medis yang dilakukan lebih awal.

Karena itu, skrining kesehatan reproduksi menjadi salah satu strategi penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Buku Monitoring Jadi Alat Pengawasan Kesehatan

Pelaksanaan program dilakukan melalui sistem pemantauan berbasis buku monitoring yang diberikan kepada pasangan usia subur. Melalui media tersebut, masyarakat dapat mencatat dan memantau kondisi kesehatan secara berkala tanpa harus selalu datang ke puskesmas.

Tim inovasi yang dipimpin Pemegang Program Kesehatan Reproduksi Novia Sari Putri bersama jajaran tenaga kesehatan dan kader desa melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga: Polisi Bongkar Penampungan 3.000 Liter Biosolar di Padang, Empat Orang Diamankan

Selain memanfaatkan jaringan Posyandu, petugas juga melakukan kunjungan rumah untuk memastikan pemantauan berjalan optimal.

"Masyarakat tidak perlu selalu datang ke puskesmas induk. Melalui Posyandu dan kunjungan rumah, pasangan usia subur mendapatkan buku monitoring khusus yang digunakan untuk mengontrol kondisi kesehatannya secara mandiri," ujar Novia.

Melalui sistem tersebut, kader kesehatan desa dapat lebih cepat mengidentifikasi warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan maupun intervensi medis dari petugas kesehatan.

Libatkan Delapan Desa dan Kader Kesehatan

Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan lintas sektor di tingkat desa. Karena itu, pelaksanaan SI BUCEK BUMING PLUS melibatkan kepala desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, hingga petugas PPKBD yang selama ini berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Model kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan reproduksi hingga ke tingkat keluarga.

Baca Juga: Anak Legenda Zinedine Zidane Masuk Skuad Piala Dunia 2026: Aljazair Siap Tantang Argentina

Badriah menegaskan bahwa sasaran akhir program bukan hanya menurunkan angka kesakitan pada ibu hamil, tetapi juga meningkatkan kualitas generasi yang akan lahir di masa mendatang.

"Jika program ini berjalan optimal di seluruh desa, dampak jangka panjangnya adalah lahirnya generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan terhindar dari berbagai risiko gangguan kesehatan sejak dalam kandungan," ujarnya.

Puskesmas Kampung Baru Padusunan berharap perluasan SI BUCEK BUMING PLUS mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa, kader kesehatan, serta masyarakat. Dengan pengawasan yang dilakukan sejak sebelum kehamilan, risiko komplikasi dapat dideteksi lebih awal sehingga keselamatan ibu dan bayi dapat semakin terjamin.(*)

Editor : Hendra Efison
#SI BUCEK BUMING PLUS #kehamilan risiko tinggi #kesehatan ibu dan bayi #Puskesmas Kampung Baru Padusunan