Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemensos Salurkan Bantuan Rp428 Juta untuk 245 Warga Rentan di Pariaman, Lansia hingga Pelajar Jadi Prioritas

ZikriNiati ZN • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:04 WIB
Penyerahan simbolis bantuan Program ATENSI Kemensos kepada keluarga penerima manfaat di Kota Pariaman, Selasa (2/6/2026).
Penyerahan simbolis bantuan Program ATENSI Kemensos kepada keluarga penerima manfaat di Kota Pariaman, Selasa (2/6/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM—Sebanyak 245 warga rentan di Kota Pariaman menerima bantuan sosial senilai Rp428,77 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Bantuan yang disalurkan menjelang peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 itu menyasar kelompok lanjut usia, pelajar, serta keluarga kurang mampu di Kecamatan Pariaman Timur dan Kecamatan Pariaman Utara.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Selasa (2/6/2026). Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang masuk kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Bantuan berasal dari Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi yang berada di bawah Kementerian Sosial. Penyaluran dilakukan secara bertahap selama empat hari, mulai 1 hingga 4 Juni 2026.

Baca Juga: SPMB SD dan SMP Kota Padang 2026 Dibuka 22 Juni, Cek Jadwal dan Link Pendaftarannya

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup kelompok rentan agar dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.

Menjangkau Lansia dan Kelompok Rentan

Program ATENSI merupakan salah satu skema layanan sosial yang dikembangkan Kemensos untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan dukungan khusus, termasuk lansia, penyandang disabilitas, anak dari keluarga kurang mampu, serta kelompok rentan lainnya.

Dalam penyaluran kali ini, bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan dasar rumah tangga dan penunjang aktivitas sehari-hari. Paket bantuan terdiri dari 141 paket nutrisi, 219 paket kebersihan diri, 93 paket sarana dapur, 182 paket sarana kamar, dan 245 paket perlengkapan sekolah.

Selain itu, Kemensos juga menyalurkan 36 unit alat bantu aksesibilitas bagi penerima manfaat yang membutuhkan dukungan mobilitas. Tidak hanya bantuan barang, terdapat pula lima paket bantuan kewirausahaan yang ditujukan untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

Baca Juga: Dua Karateka Sumbar Perkuat Tim Indonesia di Ajang Internasional, FORKI Siapkan Bonus Prestasi

Program tersebut juga mencakup bantuan perbaikan atau bedah kamar bagi dua warga lanjut usia yang masuk kategori PPKS.

Menurut Yota Balad, ragam bantuan yang diberikan menunjukkan bahwa penanganan masalah sosial tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, aksesibilitas, dan pemberdayaan ekonomi.

“Bantuan ini memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan semangat, harapan, dan dukungan sosial agar masyarakat dapat hidup lebih mandiri, sehat, dan sejahtera,” ujarnya.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

Penyaluran bantuan sosial tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat.

Baca Juga: Kintani Putri Meriahkan Pembukaan DCL 2026, Dharmasraya Padukan Olahraga dan Hiburan dalam Satu Panggung

Yota menjelaskan bahwa bantuan yang diterima warga Pariaman merupakan hasil koordinasi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Sosial, Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, hingga Dinas Sosial Kota Pariaman.

Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk memastikan program sosial dapat menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kota Pariaman. Ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Data Kementerian Sosial menunjukkan program ATENSI menjadi salah satu instrumen utama dalam layanan rehabilitasi sosial yang berbasis kebutuhan individu penerima manfaat. Melalui pendekatan tersebut, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima.

Baca Juga: Libur Panjang Dongkrak Penumpang KA Pariaman Ekspres hingga 119 Persen, Angkut 30 Ribu Lebih Pelanggan

Hari Lanjut Usia Nasional Jadi Momentum Penguatan Perlindungan Sosial

Penyaluran bantuan ATENSI tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan lansia yang menjadi salah satu kelompok rentan dalam masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia harapan hidup masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah memperluas berbagai program perlindungan sosial yang menyasar kelompok lansia.

Di tingkat daerah, kebutuhan layanan sosial bagi lansia tidak hanya berkaitan dengan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga akses kesehatan, tempat tinggal yang layak, serta dukungan sosial dari lingkungan sekitar.

Melalui bantuan yang disalurkan di Kota Pariaman, pemerintah berharap kelompok rentan dapat memperoleh dukungan yang lebih memadai dalam menjalani aktivitas sehari-hari.(*)

Editor : Hendra Efison
#Hari Lanjut Usia Nasional 2026 #warga rentan #kemensos #Kota Pariaman #bantuan atensi