Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

RSUD dr. Sadikin Pariaman Dibidik Rampung 2027, DPR RI Kawal Anggaran Rp50 Miliar

ZikriNiati ZN • Sabtu, 6 Juni 2026 | 21:27 WIB
Wali Kota Pariaman, Yota Balad.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad.

PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Pariaman bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama mempercepat upaya penyelesaian pembangunan RSUD dr. Sadikin dengan target rampung pada 2027.

Dukungan anggaran pusat minimal Rp50 miliar kini terus dikawal untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat di kota tersebut.

Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi bersama tokoh masyarakat di Balarung Pendopo Wali Kota Pariaman, Sabtu (6/6/2026).

Selain mendorong pembangunan rumah sakit, pemerintah juga menyalurkan bantuan sanitasi Rp100 juta untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur.

Baca Juga: UNP Olah Limbah Dapur Hotel dan Lapau jadi Eco Enzyme Ramah Lingkungan

RSUD dr. Sadikin Jadi Prioritas Layanan Kesehatan

Ade Rezki Pratama mengatakan tingginya angka kunjungan pasien membuat penambahan kapasitas RSUD dr. Sadikin menjadi kebutuhan mendesak.

Karena itu, Pemkot Pariaman bersama DPR RI terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Bappenas agar dukungan anggaran dapat segera direalisasikan.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menambahkan rumah sakit tersebut juga akan memperoleh fasilitas PICU dan NICU dari Kementerian Kesehatan.

Peralatan itu diperkirakan tiba pada kuartal ketiga atau keempat 2026 untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.

"Bantuan alat penanganan khusus bayi baru lahir ini diproyeksikan tiba pada kuartal tiga atau kuartal empat tahun 2026 untuk menekan angka kematian ibu dan anak," kata Yota.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan, Dukung Konservasi Laut Sumbar

Bantuan Sanitasi untuk Desa Bato

Selain pembangunan rumah sakit, DPR RI menyalurkan bantuan padat karya sanitasi senilai Rp100 juta untuk Desa Bato.

Anggaran tersebut digunakan membangun jamban sehat, saluran air, dan septic tank bagi sekitar 10 rumah tangga yang belum memiliki fasilitas sanitasi memadai.

Menurut Ade Rezki, program itu sejalan dengan prioritas nasional di sektor kesehatan yang dimulai dari lingkungan bersih dan bebas pencemaran limbah rumah tangga.

Pariaman Kejar Target ODF 100 Persen

Pemkot Pariaman juga menargetkan status Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan tetap bertahan 100 persen.

Setelah Desa Nareh menerima bantuan serupa pada tahun sebelumnya, pemerintah akan kembali memetakan wilayah yang membutuhkan intervensi sanitasi.

Sinergi pembangunan RSUD dr. Sadikin dan perluasan program jambanisasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat kualitas hidup masyarakat Kota Pariaman dalam beberapa tahun mendatang.(*)

Editor : Hendra Efison
#RSUD dr. Sadikin Pariaman #bantuan sanitasi #PICU NICU #ODF Pariaman #Kota Pariaman