Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Arcandra Tahar Hadiri HUT ke-24 Kota Pariaman, Beberkan Empat Pilar Daerah Maju

Hendra Efison • Kamis, 2 Juli 2026 | 19:30 WIB
Mantan Wakil Menteri ESDM RI Arcandra Tahar menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Pariaman dan menyampaikan pandangannya mengenai empat ciri daerah maju, Kamis (2/7/2026).
Mantan Wakil Menteri ESDM RI Arcandra Tahar menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Pariaman dan menyampaikan pandangannya mengenai empat ciri daerah maju, Kamis (2/7/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arcandra Tahar, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Pariaman, Kamis (2/7/2026).

Kehadiran tokoh asal Desa Naras I, Kecamatan Pariaman Utara itu menjadi momen perdana setelah beberapa kali sebelumnya tidak memenuhi undangan peringatan hari jadi Kota Pariaman.

Arcandra hadir atas undangan Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap capaian Pemerintah Kota Pariaman di bawah kepemimpinan Balad-Mulyadi selama lebih kurang dua tahun terakhir.

Sebagai tokoh masyarakat Kota Pariaman, Arcandra juga membagikan pandangannya mengenai karakteristik daerah yang mampu berkembang dan mencapai kemajuan.

Empat Ciri Daerah Maju Menurut Arcandra Tahar

Dalam sambutannya, Arcandra menyebut terdapat empat ciri utama yang dimiliki daerah maju maupun daerah yang sedang menuju kemajuan, yakni bersih, tertib dan disiplin, indah, serta bersungguh-sungguh dalam membangun.

Menurutnya, kebersihan menjadi fondasi penting karena mencerminkan kualitas tata kelola sebuah daerah.

Sampah, kata dia, harus dikelola dengan baik agar mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

"Daerah yang maju dan akan maju biasanya mempunyai ciri yang sama yaitu pertama daerah tersebut harus bersih dari sampah, dan sampah tersebut harus bisa dikelola dengan baik sehingga betul-betul bisa menjadi kota maju yang bersih, seperti negara Jepang dan negara-negara Eropa," ujar Arcandra Tahar.

Selain kebersihan, ia menilai masyarakat yang tertib dan disiplin menjadi syarat penting dalam mendukung pembangunan.

Arcandra mencontohkan Singapura sebagai negara yang berhasil membangun budaya disiplin di tengah masyarakatnya.

Ia juga menegaskan bahwa keindahan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh kondisi alam, tetapi juga kemampuan pemerintah menata kawasan perkotaan sehingga nyaman dipandang.

Ciri terakhir, lanjut Arcandra, adalah kesungguhan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.

Menurutnya, komitmen yang kuat menjadi modal utama untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Untuk ciri-ciri daerah maju dan akan maju yang ke empat atau yang terakhir adalah sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh di sini berarti pemerintah daerah mesti serius dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu hal atau pembangunan demi kesejahteraan rakyatnya," katanya.

Pemko Pariaman Perkuat Program Kebersihan

Wali Kota Pariaman Yota Balad menyatakan sependapat dengan pandangan yang disampaikan Arcandra Tahar.

Ia menilai empat indikator tersebut dapat menjadi pedoman dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkualitas.

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Arcandra Tahar tersebut memang sangat tepat dan ideal sekali sebagai syarat majunya sebuah daerah. Ke empat ciri-ciri tersebut memang pantas menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemajuan sebuah daerah yang berkualitas bagi masyarakatnya," ujar Yota Balad.

Menurutnya, aspek kebersihan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Pariaman. Upaya tersebut akan terus ditingkatkan agar wajah kota semakin tertata dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Pariaman menambah tiga unit truk ambrol untuk mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Selain itu, disiapkan dua unit mobil pikap yang berfungsi sebagai layanan bergerak untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait sampah.

Yota menjelaskan, sampah yang terkumpul nantinya akan diolah sesuai jenisnya. Sampah organik direncanakan menjadi pupuk, sedangkan sampah plastik akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk dipasarkan kepada PT Semen Padang sesuai kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya.

"Dengan langkah tersebut, kami berharap pengelolaan sampah di Kota Pariaman semakin baik sehingga kebersihan kota terus meningkat," ujarnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#HUT Kota Pariaman 2026 #pengelolaan sampah #arcandra tahar #Kota Pariaman #Yota Balad