Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Yota Balad Targetkan Batik Gratis untuk Siswa SD, 20 Warga Ikuti Pelatihan Batik Cap Pariaman

ZikriNiati ZN • Rabu, 8 Juli 2026 | 09:10 WIB
Peralatan dan bahan pembuatan batik cap yang diterima peserta Pelatihan Pembuatan Batik Cap di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Selasa (7/7/2026).
Peralatan dan bahan pembuatan batik cap yang diterima peserta Pelatihan Pembuatan Batik Cap di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Selasa (7/7/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kota Pariaman mulai menyiapkan langkah memperkuat industri kreatif berbasis rumah tangga melalui pelatihan pembuatan batik cap yang diikuti 20 peserta. Program tersebut juga menjadi bagian dari rencana penyediaan seragam batik gratis bagi siswa sekolah dasar mulai 2027 apabila hasil produksi memenuhi standar kualitas.

Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka Pelatihan Pembuatan Batik Cap di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.

Yota Balad mengatakan Pemerintah Kota Pariaman bersama Wakil Wali Kota terus menjalankan program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga sebagai strategi mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membangun usaha rumahan berbasis keterampilan, seperti pembuatan batik maupun produk olahan makanan.

"Kami bersama Wakil Wali Kota Pariaman mempunyai program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Program ini bertujuan memberdayakan setiap rumah tangga dengan keterampilan untuk mendirikan usaha kecil berbasis rumah, seperti pembuatan batik maupun aneka makanan yang bervariasi," katanya.

Ia berharap peserta tidak hanya menguasai teknik membatik, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dari rumah.

Yota juga meminta peserta mengembangkan kreativitas agar motif Batik Sampan Pariaman semakin dikenal luas dan memiliki daya saing di pasaran.

Pemko Pariaman Bidik Seragam Batik Gratis untuk Siswa SD

Yota Balad mengungkapkan pemerintah daerah akan mengevaluasi hasil pelatihan sebelum mengambil langkah lanjutan pada tahun depan.

Apabila kualitas batik yang dihasilkan dinilai baik, Pemerintah Kota Pariaman akan mengalokasikan anggaran pengadaan seragam batik gratis bagi siswa SD pada 2027.

"Insyallah untuk tahun 2027 kita usahakan batik ini dipakai siswa SD se-Kota Pariaman. Kami juga akan mengupayakan agar siswa SMA di Kota Pariaman turut mengenakannya sehingga batik yang dibuat hari ini semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan secara serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal membangun usaha mandiri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Deddy Kurnia Ilahi, mengatakan pelatihan bertujuan memberikan keterampilan teknis pembuatan batik cap sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mengubah masyarakat yang selama ini menjadi konsumen menjadi pelaku industri kreatif yang mandiri secara finansial.

Peserta Dapat Bantuan Peralatan Batik Lengkap

Deddy menjelaskan pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai 7 hingga 11 Juli 2026.

Sebanyak 20 peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kota Pariaman dan merupakan masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5.

Selain memperoleh materi praktik, seluruh peserta menerima bantuan paket peralatan batik lengkap yang terdiri atas canting cap, meja cap, wajan, kompor, kain, pewarna, waterglass, dan soda api untuk mendukung pengembangan usaha setelah pelatihan selesai.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Pariaman berharap semakin banyak industri rumah tangga baru yang tumbuh, membuka lapangan kerja, serta memperkuat identitas Batik Sampan Pariaman sebagai produk unggulan daerah.(*)

 

Editor : Hendra Efison
#batik cap Pariaman #Batik Sampan Pariaman #Kota Pariaman #industri rumah tangga #Yota Balad