24 Peserta Ikuti Pelatihan Merajut di Pariaman, Dukung Program Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga

ZikriNiati ZN • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 18:15 WIB
Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka pelatihan merajut dan menyerahkan bantuan bahan rajutan kepada peserta di Aula Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman, Senin (20/7/2026).
Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka pelatihan merajut dan menyerahkan bantuan bahan rajutan kepada peserta di Aula Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman, Senin (20/7/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM – Sebanyak 24 peserta mengikuti Pelatihan Merajut yang diselenggarakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kota Pariaman di Aula Pertemuan Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini digelar untuk mendukung program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari dan dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad. Pada kesempatan tersebut, Yota Balad juga menyerahkan bantuan bahan rajutan secara simbolis kepada para peserta sebagai dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan.

Yota Balad mengatakan keterampilan merajut selama ini identik dengan masyarakat di Desa Taluak dan Desa Marunggi.

Namun, Pemerintah Kota Pariaman ingin keterampilan tersebut dapat dimiliki lebih banyak ibu rumah tangga maupun perempuan yang belum bekerja di seluruh wilayah kota.

Menurutnya, penguasaan keterampilan merajut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri rumah tangga yang dapat menunjang perekonomian keluarga.

Dorong Lahirnya Produk Bernilai Ekonomi

Yota Balad menilai pelatihan ini merupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

"Pelatihan ini menjadi salah satu upaya dari pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat khususnya perempuan dalam menciptakan produk yang diminati seperti tas, sarung bantal, sarung HP, apalagi bisa menciptakan produk rajutan yang menggambarkan ciri khas daerah seperti gambar Tabuik," ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan merajut menjadi produk yang memiliki nilai jual sekaligus memperkuat industri rumah tangga di Kota Pariaman.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pariaman untuk memperluas peluang usaha berbasis keterampilan masyarakat melalui pengembangan produk kerajinan yang memiliki ciri khas daerah.

Dengan demikian, semakin banyak rumah tangga diharapkan dapat memiliki usaha mandiri yang berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga.(*)

Editor : Hendra Efison
pelatihan merajut Pariaman Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga Disperindagkop UKM Kota Pariaman industri rumah tangga Yota Balad