PADEK.JAWAPOS.COM— Wali Kota Pariaman Yota Balad dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Pariaman periode 2026–2031. Setelah menerima amanah tersebut, Yota menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat sektor pertanian dan perikanan daerah.
Agenda itu mencakup kemudahan akses pupuk, modernisasi alat dan teknologi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani, hingga kepastian pasar bagi hasil pertanian dan perikanan.
Pengukuhan dilakukan langsung Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Prof. Andi Muhammad Syakir di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (1/9). Pengukuhan pengurus DPC HKTI tersebut digelar serentak bersama DPC HKTI dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Yota mengatakan sektor pertanian dan perikanan memiliki posisi penting bagi ketahanan pangan sekaligus perekonomian Kota Pariaman. Karena itu, amanah sebagai Ketua HKTI tidak hanya dipandang sebagai jabatan organisasi.
“Amanah sebagai Ketua HKTI Kota Pariaman ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan kerja nyata untuk membela serta mengayomi para petani kita,” ujar Yota.
HKTI Pariaman Perkuat Sinergi Pemerintah, Petani dan Akademisi
Yota mengatakan Pemko Pariaman bersama HKTI akan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, petani, dan akademisi. Sinergi tersebut diarahkan agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan petani di lapangan.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain kemudahan mendapatkan pupuk, modernisasi peralatan dan teknologi pertanian, peningkatan kapasitas SDM petani, serta membuka kepastian pasar bagi hasil pertanian dan perikanan masyarakat Pariaman.
“Kita ingin memastikan kemudahan akses pupuk, modernisasi alat dan teknologi pertanian, peningkatan kualitas SDM petani, hingga kepastian pasar bagi hasil tani dan perikanan masyarakat Pariaman,” katanya.
Dengan agenda tersebut, HKTI diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi ikut menjadi penghubung antara kebutuhan petani dengan kebijakan dan sumber daya yang dimiliki pemerintah maupun pihak lainnya.
DPN HKTI Tekankan Manfaat Nyata bagi Petani
Ketua Harian DPN HKTI Prof. Andi Muhammad Syakir mengingatkan pengurus yang baru dikukuhkan agar organisasi hadir langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, HKTI harus menjadi wadah yang dapat dirasakan manfaatnya oleh petani, termasuk dengan mendengarkan persoalan yang mereka hadapi dan membantu mencari solusi konkret.
Ia juga menilai kepemimpinan kepala daerah di tubuh HKTI daerah menjadi modal penting untuk memperkuat gerakan organisasi dalam mendukung petani.
“Kepemimpinan Wali Kota Pariaman sebagai Ketua HKTI menjadi modal sangat berharga,” ujar Andi.
Andi optimistis dengan kepemimpinan yang kuat, komunikasi yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital, HKTI Kota Pariaman dapat berperan dalam mendorong kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Sumatera Barat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum HKTI Sonny Soerojo Junior mendorong pengurus daerah memanfaatkan kanal digital untuk mempublikasikan program, inovasi pertanian, dan aktivitas petani.
Menurutnya, pemanfaatan media sosial dapat memperkuat komunikasi antara pengurus HKTI, petani, dan masyarakat.
Pengukuhan DPC HKTI Kota Pariaman tersebut dilaksanakan berdasarkan SK DPN HKTI Nomor Kep-142/160/DPC/DPN-HKTI/7/2026. Dalam kepengurusan periode 2026–2031, Yota Balad menjadi ketua, Fitraneli sebagai sekretaris, dan Faidel Indra sebagai bendahara.(*)
Editor : Hendra Efison