PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak 101 karya lukis anak SD dan SMP se-Kota Pariaman dipamerkan di Monumen Perjuangan TNI AL Marinir, Pantai Gandoriah, 4–6 September 2026.
Pameran tersebut menjadi bagian dari program Kemenparekraf/Barekraf untuk memperkuat ekosistem seni rupa sekaligus menjadi media trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana di Sumatera Barat.
Dari 101 karya yang dipamerkan, sebanyak 10 karya terinspiratif akan dipilih melalui kurasi khusus untuk dipamerkan di tingkat nasional di Jakarta.
Pameran bertajuk “Melukis Bersama Asosiasi dan Anak” tersebut merupakan tindak lanjut dari program pelatihan atau bootcamp melukis yang digelar pada 20–22 Agustus 2026.
Program itu tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana pemulihan psikososial melalui kegiatan seni.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenparekraf/Barekraf, Yuke Sri Rahayu, mengapresiasi kolaborasi dan dukungan Pemerintah Kota Pariaman, para mentor, psikolog, serta orang tua pendamping dalam kegiatan tersebut.
“Karya anak-anak ini adalah bukti bahwa seni mampu menyembuhkan, menguatkan, dan memberi harapan. Dari 101 karya anak-anak yang ditampilkan, sebanyak 10 karya terinspiratif akan dipilih melalui kurasi khusus untuk dipamerkan di tingkat nasional di Jakarta,” ujar Yuke.
Anak Diajak Eksplorasi Media Kearifan Lokal
Selain menggunakan kanvas, anak-anak juga diajak mengekspresikan kreativitas melalui media ekologis yang mengangkat kearifan lokal, seperti batok kelapa.
Kegiatan pameran juga diramaikan sesi aktivasi untuk anak TK dan siswa SD kelas 1–3. Selain itu, terdapat kolaborasi antarsubsektor kreatif, yakni kriya dan seni pertunjukan.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan hingga pameran melukis menggunakan media kanvas bagi anak-anak sekolah baru pertama kali diselenggarakan secara terstruktur di Kota Pariaman.
“Hasil karya anak-anak kami di luar ekspektasi. Di samping menjadi wadah trauma healing, kegiatan ini terbukti mampu memantik bakat seni terpendam anak-anak Pariaman sekaligus membangkitkan roda perekonomian masyarakat sekitar Pantai Gandoriah,” ungkap Mulyadi.
Ia berharap program Kemenparekraf/Barekraf tersebut dapat terus berlanjut di Kota Pariaman pada tahun-tahun mendatang.
Pembukaan pameran turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Pariaman, perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, akademisi, psikolog anak, serta pegiat seni rupa dari Sumatera Barat.
Melalui pameran ini, karya anak-anak Pariaman tidak hanya mendapatkan ruang untuk ditampilkan kepada publik, tetapi juga berpeluang dibawa ke panggung nasional melalui proses kurasi 10 karya terinspiratif.(*)
Editor : Hendra Efison