PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Kota Pariaman menyiapkan 10.000 hingga 12.000 masker untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara dan ancaman kabut asap.
Masker tersebut diprioritaskan bagi pelajar dan mulai didistribusikan secara serentak besok ke kawasan pendidikan di Kota Pariaman. Penyaluran dilakukan melalui lima fasilitas kesehatan (faskes) dan puskesmas yang tersebar di wilayah kota.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rudy Rilis mengatakan, petugas dari lima faskes akan menyisir sekolah-sekolah di wilayah kerja masing-masing untuk memastikan masker diterima cepat dan tepat sasaran.
“Target utama pembagian masker ini menyasar para pelajar sekolah. Kita menyiapkan 10.000 hingga 12.000 masker untuk disalurkan ke kawasan-kawasan sekolah di wilayah kerja masing-masing faskes,” ujar Rudy kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurutnya, pelajar menjadi sasaran utama karena mereka rutin beraktivitas di luar rumah, terutama saat perjalanan menuju dan pulang sekolah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko paparan partikel asap.
Pemkot Pariaman juga menjadikan pembagian masker sebagai sarana edukasi agar masyarakat terbiasa menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah saat kualitas udara menurun.
“Melayani seluruh masyarakat Kota Pariaman sekaligus memang menjadi hal yang cukup berat. Namun, aksi ini kita dorong sebagai media edukasi publik agar masyarakat semakin sadar pentingnya memakai masker saat keluar rumah,” katanya.
Di tengah penurunan kualitas udara, Dinas Kesehatan juga memantau perkembangan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan laporan seluruh faskes dan rumah sakit di Kota Pariaman, belum ditemukan lonjakan kasus ISPA yang signifikan.
“ISPA memang menjadi salah satu penyakit yang paling dominan saat kondisi kabut asap. Namun berdasarkan laporan faskes, trennya sampai sekarang masih stabil dan berada dalam posisi normal,” jelasnya.
Pemkot Pariaman masih mengevaluasi kemungkinan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan Dinas Pendidikan dan pimpinan daerah. Kebijakan tersebut akan menyesuaikan perubahan ketebalan kabut asap yang dipengaruhi arah angin.
Pemkot berharap titik kebakaran hutan di daerah lain segera teratasi, termasuk melalui hujan, sehingga kualitas udara di Pariaman kembali pulih dan aman bagi masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison