PADEK.JAWAPOS.COM— Penyedia menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga memicu keracunan melayani enam sekolah di Pariaman. Namun, gejala serupa hanya ditemukan di MTsN 1 Pariaman.
Puluhan siswa MTsN 1 Kota Pariaman mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah setelah menyantap menu MBG, Senin (14/9).
Gejala mulai dirasakan sekitar pukul 11.00 WIB. Para siswa sebelumnya mengonsumsi menu MBG pada pukul 10.00 WIB.
Menu yang disajikan berupa nasi dengan lauk ayam goreng tepung, sayur, dan buah semangka.
Lima Sekolah Lain Tidak Mengalami Gejala
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia makanan tersebut melayani enam sekolah.
Namun, penelusuran Pemko Pariaman menunjukkan lima sekolah lainnya tidak mengalami gejala serupa.
"Hasil penelusuran (tracking) kami di lima sekolah lainnya menunjukkan tidak ada siswa yang mengalami gejala serupa," kata Yota.
Sementara di MTsN 1 Pariaman, siswa mulai mengalami keluhan secara bertahap. Kepala MTsN 1 Pariaman Tarmizi mengatakan, reaksi sakit perut serta mual dan muntah muncul antara 30 menit hingga satu jam setelah makan.
"Melihat kondisi anak-anak yang mulai mengeluh sakit sekitar pukul 11.00 WIB, pihak sekolah langsung mengambil keputusan cepat untuk membawa mereka ke rumah sakit," ujar Tarmizi.
142 Siswa Mendapat Penanganan Medis
Berdasarkan data sementara, sebanyak 83 siswa mendapat penanganan di RSUD M. Natsir/M. Yamin Pariaman. Sementara 59 siswa lainnya dirujuk dan dirawat di RSUD Sadikin Pariaman.
Direktur RSUD Sadikin Pariaman Anung Respati mengatakan, pihaknya mulai menerima siswa sejak pukul 11.00 WIB.
Kedatangan siswa berlangsung bertahap. Bahkan, hingga sore hari masih ada satu sampai dua siswa yang datang karena baru merasakan gejala.
Empat siswa di RSUD Sadikin harus menjalani rawat inap karena masih mengalami keluhan sesak napas. Sementara itu, beberapa siswa di RSUD Pariaman (M. Yamin) masih menggunakan alat bantu oksigen di ruang IGD.
Pemko Periksa SPPG dan Uji Sampel
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemko Pariaman menginstruksikan Dinas Kesehatan memanggil koordinator dan pihak SPPG.
Dinas Kesehatan juga memeriksa langsung kondisi dapur penyedia makanan.
Selain itu, petugas membawa sampel makanan dan muntahan siswa ke laboratorium. Pengujian dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.
Pemko Pariaman juga memastikan seluruh biaya perawatan siswa yang dirawat akan ditanggung.
Evaluasi ketat dan teguran keras akan diberikan kepada pihak pengelola SPPG.
Pemerintah Kota Pariaman mengimbau siswa dan pihak sekolah tetap waspada terhadap makanan yang mereka konsumsi.
Jika menemukan perubahan rasa, bau, atau kondisi makanan yang mencurigakan, siswa diminta segera melapor kepada pihak sekolah atau Pemko Pariaman.(*)
Editor : Hendra Efison