PADEK.JAWAPOS.COM — Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Pariaman yang kondisinya hampir penuh mendorong Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Pariaman mengajak masyarakat mulai menangani sampah dari tingkat rumah tangga.
Ajakan tersebut disampaikan dalam pertemuan bulanan pertama DWP Kota Pariaman pascapelantikan.
Kegiatan kali ini difokuskan pada edukasi pemilahan dan pengolahan sampah.
Ketua DWP Kota Pariaman Ny Nen Afrizal mengatakan, persoalan sampah membutuhkan peran aktif seluruh anggota DWP, terutama dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
“Masalah sampah tidak hanya berhenti di rumah kita, tetapi berlanjut hingga ke TPA karena campur aduknya jenis sampah. DWP ingin mengambil peran aktif menjadi bagian dari solusi, dimulai dari diri sendiri dan rumah tangga masing-masing,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, DWP Kota Pariaman bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pariaman memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah.
Para anggota mendapatkan pengetahuan mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.
Sampah yang telah dipilah juga dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomis dan berpotensi menambah pendapatan keluarga.
Nen berharap kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh anggota DWP dan kemudian ditularkan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Upaya tersebut juga dilakukan melalui sinergi dengan TP-PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta berbagai organisasi wanita lainnya di Kota Pariaman.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekda Kota Pariaman Afrizal Azhar, Penasehat DWP Pariaman Ny Yosneli Balad, Ketua GOW Pariaman Ny Dina Mulyadi, pengurus DWP Kementerian Agama dan Kementerian Haji, serta perwakilan unit kerja DWP se-Kota Pariaman.
Melalui gerakan pemilahan dari rumah, DWP Pariaman berharap penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kebiasaan bersama untuk mendukung terwujudnya Kota Pariaman yang bersih, sehat, dan produktif.(*)
Editor : Hendra Efison