Hadapi Gempuran AI, Festival Literasi Pariaman Dorong Generasi Muda Tetap Santun secara Kultural

ZikriNiati ZN • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 16:36 WIB
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi membuka Festival Literasi Budaya Tahun 2026 di Aula Balaikota Pariaman.
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi membuka Festival Literasi Budaya Tahun 2026 di Aula Balaikota Pariaman.

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Kota Pariaman mendorong generasi muda tetap mengenal dan menerapkan nilai budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan arus modernisasi.

Pesan itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi membuka Festival Literasi Budaya Tahun 2026 di Aula Balaikota Pariaman.

Mulyadi mengatakan, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi budaya menjadi bagian penting untuk memahami, menghargai, sekaligus mengaplikasikan nilai-nilai luhur tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman budaya agar generasi muda tidak hanya cerdas dalam memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga tetap memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai budaya.

Pemkot Pariaman, kata Mulyadi, berkomitmen menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga tetap santun secara kultural.

Festival Literasi Budaya 2026 digelar atas inisiatif bersama Forum Pegiat Literasi Kota Pariaman (FPLKP), komunitas literasi, dan para seniman.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dengan berbagai agenda yang berkaitan dengan literasi dan kebudayaan.

Rangkaian kegiatan antara lain peluncuran dan bedah buku antologi folklor Sumatera Barat, diskusi budaya, workshop, berbagai perlombaan, serta pameran kebudayaan.

Melalui festival tersebut, Pemkot Pariaman berharap generasi muda dapat memanfaatkan ruang kreatif untuk memantik rasa ingin tahu dan menghasilkan karya-karya baru.

Upaya itu diharapkan turut membangun masa depan Kota Pariaman, Sumatera Barat, dan Indonesia tanpa meninggalkan identitas serta kearifan budaya lokal.(*)

Editor : Hendra Efison
Festival Literasi Budaya kearifan lokal artificial intelligence Literasi Budaya pariaman