PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Pariaman menggelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Sumbar 2026 selama dua hari, 29–30 September.
Gladi yang berlangsung di Kota Pariaman itu dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi bersama Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Forkopimda dan kepala perangkat daerah Sumbar, Kalaksa BPBD se-Sumbar, Forkopimda Kota Pariaman, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, kepala perangkat daerah Kota Pariaman, organisasi kemanusiaan serta relawan kebencanaan.
Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar Era Sukma Munaf mengatakan gladi tahun ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Provinsi Sumbar sekaligus refleksi 17 tahun gempa September 2009.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada penguatan materi kebencanaan dan simulasi taktis melalui Table Top Exercise (TTX) di lingkungan pemerintahan.
“Gladi ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Provinsi Sumbar sekaligus refleksi 17 tahun gempa September 2009,” kata Era.
Tahapan berikutnya akan menguji kesiapan evakuasi di lapangan. Simulasi evakuasi secara massal dijadwalkan berlangsung Rabu (30/9) di kawasan Lapangan Parkir Josal Football Academy, Kota Pariaman.
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi mengatakan wilayah pesisir Sumbar, termasuk Kota Pariaman, memiliki risiko gempa bumi dan tsunami karena berada di kawasan ring of fire serta menghadapi potensi aktivitas zona megathrust.
Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dibangun melalui latihan yang konsisten dan penguatan kapasitas respons secara bersama-sama.
“Kesiapsiagaan adalah tentang tindakan nyata, latihan yang konsisten dan penguatan kapasitas respons secara kolektif,” ujarnya.
Mulyadi juga meminta aparatur pemerintah terus mengedukasi masyarakat mengenai kebencanaan secara masif dan berkelanjutan. Edukasi itu, katanya, perlu dilakukan di sekolah, rumah ibadah hingga lingkungan kerja.
Sekda Sumbar Arry Yuswandi mengatakan bencana tidak dapat dicegah, tetapi risiko dan dampaknya dapat dikurangi melalui kesiapsiagaan yang tepat.
“Melalui langkah kesiapsiagaan yang tepat, kita dapat melindungi lebih banyak nyawa dan meminimalkan kerugian materi yang ditimbulkan,” katanya.
Gladi dua hari tersebut menjadi sarana untuk menguji kesiapan, koordinasi dan respons antarlembaga sebelum skenario evakuasi massal dilaksanakan di Kota Pariaman.(*)
Editor : Hendra Efison