Gladi Gempa-Tsunami Sumbar 2026 Hasilkan Enam Langkah Pembenahan Kesiapsiagaan

ZikriNiati ZN • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 18:15 WIB
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menutup Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami Sumbar 2026 di Pariaman, Rabu (30/9/2026).
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menutup Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami Sumbar 2026 di Pariaman, Rabu (30/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami Sumatera Barat 2026 menghasilkan enam langkah tindak lanjut untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Enam langkah tersebut dirumuskan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah setelah mengevaluasi seluruh tahapan gladi, mulai dari Table Top Exercise (TTx), Command Post Exercise (CPx), hingga Field Training Exercise (FTx).

“Keberhasilan gladi diukur dari pembelajaran yang didapat untuk pembenahan ke depan,” ujar Mahyeldi saat menutup rangkaian kegiatan di Lapangan Parkir Josal Football Academy, Dusun Sirambang, Desa Cubadak Air Utara, Pariaman Utara, Rabu (30/9/2026).

Enam tindak lanjut tersebut meliputi pendokumentasian seluruh hasil evaluasi, penguatan sistem komando dan koordinasi antarinstansi, serta pengujian berkala sistem komunikasi kedaruratan.

Selanjutnya, pemerintah kabupaten dan kota diminta menerapkan pembelajaran dari gladi, memperluas pelibatan masyarakat, serta menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya yang berkelanjutan.

“Saya imbau agar semua pihak menghilangkan ego sektoral dan menguatkan kolaborasi lintas daerah demi mengutamakan keselamatan masyarakat di atas segalanya,” katanya.

Kesiapsiagaan Tak Boleh Berhenti di Simulasi

Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 digelar selama dua hari, 29–30 September 2026.

Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kota Pariaman berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Lapangan Parkir Josal Football Academy.

Sestama BNPB Rustian mengatakan gladi bertujuan menemukan kesenjangan (gap) dalam kesiapsiagaan.

Temuan tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi kebutuhan konkret dalam kebijakan pembangunan dan penganggaran daerah.

Ia juga mengingatkan masyarakat merupakan first responder utama pada menit-menit awal setelah bencana terjadi.

Karena itu, investasi pada kesiapsiagaan masyarakat dan sinergi seluruh unsur pentahelix dinilai penting untuk mempercepat respons dan menekan dampak risiko bencana.

Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan mitigasi dan latihan simulasi menjadi bagian penting untuk mengasah naluri sekaligus meredam kepanikan masyarakat ketika gempa terjadi.

“Kami apresiasi kepada BNPB dan Pemprov Sumbar. Kepada warga kami harap agar gladi ini tidak dipandang sebagai seremonial belaka, melainkan simulasi nyata di mana setiap langkah menuju titik kumpul dapat menentukan keselamatan nyawa di masa depan,” ujarnya.

Acara puncak gladi pada Rabu (30/9/2026) dihadiri dan ditutup oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad, Sestama BNPB Rustian, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Kalaksa BPBD Provinsi Sumbar Erasukma Munaf, serta Kalaksa BPBD Kota Pariaman Ferry Ferdian Bagindo Putra. (nia)

Editor : Hendra Efison
gladi gempa tsunami Sumbar pemprov sumbar kesiapsiagaan bencana bnpb pariaman