Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Promosi Wisata Adat Ngalau Pangian, Ada Gua Terindah di Asia Tenggara

Admin Padek • Jumat, 12 November 2021 | 16:47 WIB
Photo
Photo
Dinas Pariwisata Sumbar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanahdatar menggelar Festival Adat Nagari Ngalau Pangian di Nagari Pangian, Kecamatan Lintaubuo, Kabupaten Tanahdatar.

Kegiatan digelar di objek wisata Ngalau Pangian yang dimulai pada pukul 10.00 hingga sore. Acara dibuka Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian ini dihadiri anggota DPRD Sumbar Jefri Masrul yang memiliki pokok pikiran kegiatan ini serta Kadisparprov diwakili Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar Hendri Agung.

Di Ngalau Pangian terdapat gua yang disebut Deharveng A. Bedos seorang penelusur gua kenamaan asal Perancis sebagai gua terindah di Asia Tenggara.

Selain keindahan alam, Festival Adat Nagari Ngalau Pangian juga fokus mempromosikan kesenian dan budaya khas Ngalau Pangian, Lintaubuo. Selain tari-tarian, randai dan silek, ditampilkan juga pertunjukan fashion show tenun Songket khas Lintau.

Iven yang digelar secara hybrid, offline dan online ini melibatkan influencer dan Youtuber lokal yang juga pemusik Alvis Defitra dan beberapa pendamping yang telah memiliki ratusan ribu followers.

Selebgram Adipati Fauzan yang bekan di panggil Bang Fo juga ikut membantu menanyangkan diakunnya. Acara ini juga direlay untuk bisa disaksikan secara online melalui Youtube, Instagram dan Facebook Dinas Pariwisata Sumatera Barat.

Selain penampilan langsung pada saat kegiatan, juga diproduksi beberapa konten video untuk promosi pariwisata Ngalau Pangian dengan konsep kesenian khas daerah seperti silat lintau, tari tenun, randai dengan cover lagu Minang oleh Youtuber.

Photo
Photo


Ngalau Indah Pangian merupakan salah satu objek wisata yang ada di Nagari Pangian, Kecamatan Lintaubuo, Tanahdatar. Ngalau tersebut berupa goa yang membentang didalam perbukitan bukit barisan sepanjang lebih kurang satu kilometer yang dialiri aliran sungai sejak dari hulu hingga ke hilir.

Gua tersebut, sebelumnya sudah menjadi destinasi wisata sejak dulunya. Hanya saja, pada 2015 lalu terjadi longsor pada dinding tebing di tepi jalan menuju mulut gua, sehingga jalan menuju lokasi rusak. Sejak itu pula objek wisata itu ditutup oleh pemerintah daerah.

Konon kabarnya, gua ini merupakan salah satu gua terindah di Asia Tenggara seperti yang diungkapkan oleh L.deharveng A Bedos pada tahun 1995. Di dalam gua tersebut dapat ditemukan stalagmit dan stalaktit yang masih alami dengan berbagai bentuk yang indah.

Selain itu, suara air yang mengalir dari tetesan batu-batu menambah perjalanan menempuh gua semakin menantang, belum lagi kicauan kelelawar dan burung walet yang bersarang di dinding-dinding gua. Lebih menariknya, pengunjung dapat menikmati suasana asri perbukitan dan hamparan sawah menuju ke lokasi.

Untuk sampai ke lokasi, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena, akses jalan sudah tersedia dan langsung menuju lokasi. Untuk menuju lokasi dari jalan umum hanya 10 menit dari simpang Kantor Camat Lintaubuo. Jika dari pusat Kabupaten Tanahdatar, Batusangkar jaraknya lebih kurang satu jam perjalanan, atau tiga jam perjalanan dari Kota Padang.(rel/stg) Editor : Admin Padek
#Ngalau Lintaubuo #Gua Terindah Asia Tenggara #Ngalau Pangian #Pokok pikiran #Promosi Wisata Adat Pangian #Wakil Bupati Tanahdatar #Jefri Masrul