Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengunjungi Wisata Air Terjun Palano, Indahnya Air Terjun Tujuh Bidadari

Novitri Selvia • Jumat, 6 Mei 2022 | 12:57 WIB
SALAH seorang pengunjung sedang menikmati suasana nyaman di Air Terjun Palano.(IST)
SALAH seorang pengunjung sedang menikmati suasana nyaman di Air Terjun Palano.(IST)
Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tak hanya dikenal dengan objek wisata baharinya saja, tapi juga wisata alam. Salah satunya Air Terjun Palano. Air terjun yang berbentuk seperti sadel sepeda itu memiliki keunikan yakni terdapat 7 air terjun sekaligus. Seperti apa keindahannya?

JIKA libur lebaran Idul Fitri anda masih tersisa, tak ada salahnya mengunjungi salah satu objek wisata alam di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yaitu objek wisata Air Terjun Palano. Objek wisata alam tersebut berlokasi di Kampung Tanjungdurian, Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang.

Diceritakan, air terjun tersebut dinamakan Palano (sadel sepeda, red) karena bentuk dari air terjun menyerupai sadel sepeda. Oleh masyarakat sekitar, Air Terjun Palano juga sering disebut Timbulun (air terjun, red) Tujuh Bidadari.

“Jadi kenapa disebut juga Timbulun Tujuh Bidadari, ya karena objek wisata ini memiliki 7 air terjun sekaligus yang memiliki karakteristik masing-masing,” jelas tokoh masyarakat Nagari Lakitan Tengah Sapta Kardeni, 48, kepada Padang Ekspres.

Ia mengatakan, tujuh air terjun yang berada di objek wisata Air Terjun Palano, yaitu Timbulun Palano, Timbulun Sampik, Timbulun Sumu-Sumu, Timbulun Cik Baruak, Timbulun Golek-Golek atau Batu Malanca, Timbulun Barangin, dan Timbulun Lubuak Kuali.

Dijelaskan, untuk mencapai objek wisata Air Terjun Palano, wisatawan tidak perlu lagi bersusah payah berjalan kaki sekitar 30 menit, karena akses jalan menuju objek wisata tersebut telah dibuka tahun 2018 lalu melalui program Tentara Manunggal Membangun Nagari (TMMN).

Namun diakui memang, untuk bisa mengunjungi ketujuh air terjun yang berada di objek wisata Air Terjun Palano, wisatawan harus memiliki tenaga ekstra karena 6 air terjun di kawasan tersebut memiliki akses jalan yang susah dilewati.

“Tapi setelah sampai di 7 air terjun tersebut, maka lelah dan letih akibat perjalanan akan terbayar lunas dengan pemandangan dan kesejukan yang diberikan oleh ketujuh air terjun itu,” ungkapnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Nagari Lakitan Tengah Didi SP, 31 menyebutkan, tujuh air terjun yang berada di kawasan objek wisata Air Terjun Palano memiliki keunikan dan karakteristik masing-masing.

Air terjun pertama adalah Timbulun Palano. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter. Di sana, air yang mengalir tidak langsung jatuh atau terjun, namun mengikuti lekukan batu yang menyerupai sadel sepeda.

“Karena sadel sepeda lebih dikenal dengan sebutan palano oleh masyarakat setempat, maka diberilah nama air terjunnya dengan sebutan Timbulun Palano,” ujarnya.

Kemudian, air terjun kedua ada Timbulun Sampik. Di Timbulun Sampik, wisatawan bisa langsung menjajal kedalaman air dengan melompat dari tingginya bebatuan. Airnya yang sejuk dan jernih, akan membuat wisatawan menjadi takjub dan ingin berlama-lama berenang di sana.

Selanjutnya ada Timbulun Sumu-sumu. Kata Sumu sendiri memiliki arti sumur. Sesuai dengan namanya, di air terjun tersebut terdapat lekukan yang dipenuhi oleh air dan menyerupai sebuah sumur.

Air terjun keempat adalah Timbulun Barangin. Air terjun yang memiliki ketinggian mencapai 25 meter tersebut mempunyai keunikan tersendiri yakni hembusan angin sepoi-sepoi yang membuat suasana di air terjun semakin sejuk.

Jika wisatawan menemukan air terjun yang memiliki banyak bebatuan yang berdiameter hampir 50 meter, maka mereka sedang berada di air terjun kelima, yaitu Timbulun Golek-golek. Golek-golek sendiri memiliki arti tiduran, yang mana bebatuan dengan ukuran besar tersebut dianggap sedang tiduran di aliran air terjun.

Lalu, bagi yang senang dengan keindahan, maka mereka akan terpuaskan dengan pemandangan bak negeri dongeng dari Timbulun Cik Baruak (kotoran monyet). Air terjun yang jernih seolah-olah mengajak siapa saja untuk berenang dan menyelam di sana.

“Kenapa namanya Cik Baruak, ya karena di sana banyak batu kerikil yang menyerupai kotoran monyet,” jelas Didi.

Sementara itu, bagi penyuka permainan seluncuran, maka kurang lengkap rasanya jika tidak mengunjungi air terjun terakhir yaitu Timbulun Lubuak Kuali. Pengunjung akan bisa berseluncur di atas bebatuan dengan panjang sekitar 15 meter.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel Suhendri mengatakan, di daerah itu ada empat lokasi yang dijadikan sebagai rencana induk pengembangan pariwisata. Empat lokasi itu di antaranya, Pantai Carocok dan Bukit Langkisau Painan, Kawasan Mandeh, Pantai Pasir Putih Kambang, dan Rumah Adat Mandeh Rubiah.

“Beberapa kawasan wisata itu juga akan didukung oleh beberapa objek wisata penyangga. Salah satu objek wisata penyangga yang akan dikembangkan dan berpeluang menjadi destinasi unggulan di masa datang itu, termasuk Air Terjun Palano di Kecamatan Lengayang,” jelasnya. (***) Editor : Novitri Selvia
#Air Terjun Tujuh Bidadari #Air Terjun Palano #pariwisata