Pemkab Sijunjung terus melakukan pembenahan pada sektor kepariwisataan. Salah satunya dengan mengembangkan fasilitas pendukung, yakni rest area yang berada di dalam kawasan objek wisata alam Geopark Silokek.
Semenjak hadirnya rest area dalam kawasan Geopark Silokek, objek wisata kebanggaan masyarakat Kabupaten Sijunjung itu terus menggeliat. Pengunjung terus meningkat di hari libur dan momen-momen tertentu.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sijunjung Afrineldi kepada Padang Ekspres mengatakan, Rest Area Silolek rencananya akan dipersiapkan menjadi ikon baru dalam kawasan Geopark Silokek.
Sebuah fasilitas yang sengaja dibangun oleh Pemkab Sijunjung bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Geopark Silokek. Setelah lelah berkeliling menikmati keindahan alam Geopark Silokek, pengunjung bisa singgah ke rest area untuk melepas penat, beristirahat, bahkan bermalam.
“Kami terus berupaya menghadirkan berbagai fasilitas penunjang dalam kawasan Geopark Silokek guna menjawab kebutuhan pengunjung saat beraktivitas di dalamnya. Setelah ini rencananya juga akan dibangun tempat penginapan dan revitalisasi taman,” jelasnya.
Ditambahkan, berbagai fasilitas penunjang ada di rest area di antaranya kedai minuman, makanan, mushala, sejumlah gazebo yang dihiasi hamparan taman, jalan lingkar hias. Beberapa spot menarik yang bisa menjadi lokasi berfoto dengan background gugusan ngalau dan hamparan hijaunya sawah.
Selain itu, dalam lingkungan rest area juga terdapat dua menara pandang dengan tinggi 10 meter yang didesain sebagai tempat untuk menikmati alam geopark dari ketinggian. Konstruksi dua menara pandang itu terdiri dari beton bertulang, bertingkat, dan memiliki anak tangga menuju lantai atas.
Afrineldi mengungkapkan, bagi wisatawan yang suka suasana menantang di alam terbuka, dalam kawasan Rest Area Geopark Silokek juga terdapat area camping atau berkemah yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk berkemah dengan mendirikan tenda.
Rencana pengembangan Geopark Silokek turut mendapat dukungan penuh dari Pemprov Sumbar dan Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait. Sebagai bukti keseriusan, baru-baru ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Anggota DPR RI Andre Rosiade ikut langsung berkunjung ke Rest Area Geopark Silokek.
Lebih lanjut Afrineldi menyampaikan, Geopark Silokek lebih dari sekadar kawasan wisata. Tapi juga ditargetkan menjadi pusat penelitian ilmiah di mana selain memiliki keindahan alam yang khas, Geopark Silokek tercatat berada dalam area hutan lindung, yang di dalamnya terdapat sejumlah hewan endemik yang mulai punah.
“Hewan-hewan itu di antaranya burung rangkong berparuh kuning, siamang, kelelawar besar, hingga harimau sumatera (Pantera Tigris) yang pada sewaktu-waktu dilaporkan ada menampakkan diri,” ujarnya.
Kemudian berdasarkan hasil penelitian, gugusan bebatuan purba stalatmit dan stalatmat nan curam, tinggi menjulang, terhampar (memanjang) di sepanjang kiri dan kanan Sungai Batang Kuantan telah berusia sekitar 260 sampai 320 juta tahun.
Tak hayal setiap pengunjung yang datang ke Geopark Silokek mengaku merasakan aura yang berbeda. Pada akhir 2018 lalu, Geopark Silokek telah ditetapkan Pemerintah Pusat menjadi salah satu kawasan Geopark Nasional, yang tergabung dalam satu kesatuan Geopark Ranah Minang di wilayah Sumbar. (***) Editor : Novitri Selvia