Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bekas Pabrik Disulap Jadi Tempat Tongkrongan Asyik, Fabriek Bloc Padang!

Novitri Selvia • Jumat, 23 September 2022 | 11:33 WIB
Photo
Photo
Bosan dengan tempat tongkorongan dan wisata yang itu-itu saja? Kini Kota Padang memiliki ruang kreatif publik yang akan menjadi “rumah” bagi pelaku seni, budaya, hiburan, niaga, lab inkubator talenta lokal, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kreatif di Kota Padang. Ruang kreatif publik tersebut diberi nama Fabriek Bloc. Seperti apa?

Jika sering melintas di Jalan Prof Hamka KM 9,5 Tabing, Kota Padang, gedung pabrik seng PT. Polyguna Nusantara atau Tropical Multi Co mungkin sangat familiar. Pabrik yang sudah tidak beroperasi sejak 5 tahun terakhir tersebut dulunya adalah pabrik seng terkenal di Provinsi Sumbar yang menghasilkan ratusan ribu seng per hari.

Namun sejak tidak beroperasi, pemilik pabrik berinisiatif untuk menghidupkan kembali area pabrik seluas 1,1 hektare tersebut dengan menciptakan ruang kreatif publik yang berkolaborasi dengan M Bloc Group (PT. Radar Ruang Riang) yang merupakan perusahaan bergerak di bidang cipta ruang kreatif, retail, kuliner, hingga kreasi konten yang berdiri di Jakarta Selatan.

Resmi beroperasi sekitar bulan Mei 2022, kini Fabriek Bloc menjelma menjadi salah satu tempat santai di Kota Padang yang dikunjungi mulai dari anak-anak hingga orangtua. Selain tempat bersantai, Fabriek Block juga menjadi pusat kreatif yang memberi ruang bagi pelaku UMKM, pekerja seni, dan lainnya untuk berkreativitas.

Co Founder M Bloc Group, Wendi Putranto, kepada Padang Ekspres mengatakan, saat mendatangi Fabriek Bloc, pengunjung akan langsung disuguhi ruang terbuka yang bernama Fabriek Square. Di sini pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman yang disediakan.

Suasana akan semakin ramai saat sore menjelang malam hari, saat tak lagi panas dan angin pun berhembus menyejukkan hati. Live music yang diadakan di sini bisa menjadi penghibur bagi pengunjung yang sedang bercengkrama.

“Jangan takut bila cuaca hujan. Fabriek Bloc memiliki banyak tempat lain yang akan menghindari pengunjung dari derasnya hujan,” jelasnya.

Masuk ke area lebih dalam, pengunjung akan menemukan beberapa ruangan, seperti ada ruangan yang berisikan tenant makanan dan minuman dari UMKM lokal, ada pula tenant yang menjual beragam karya seni.

“Di sini banyak tempat yang bisa diisi oleh UMKM lokal. Tujuannya untuk mengembangkan potensi lokal agar lebih terlihat dan berkembang. Syaratnya hanya dengan memberikan proposal secara detil, sehingga kami bisa kurasi mana saja yang berpotensi untuk berkembang,” tuturnya.

Alasan ini cukup masuk akal, pasalnya M Bloc Group memiliki sistem bagi hasil. Itu sebabnya semua tenant yang ada dikurasi dengan sangat ketat dan jelas. Wendi mengungkapkan, pembayaran apapun di Fabriek Bloc juga cashless.

Yang mana metode ini awalnya adalah bagian untuk mempermudah tenant dan pihak Fabriek Bloc bagi hasil karena semua pemasukan tenant terintegrasi dengan baik. Namun dengan berkembangnya zaman, cashless malah menjadi pendukung tren generasi milenial dan generasi Z yang kebanyakan tidak lagi melakukan pembayaran tunai.

Lebih dalam lagi, pengunjung akan bertemu dengan ruangan yang disebut live house. Di sini adalah tempat untuk mempertunjukkan beragam kegiatan, seperti konser, seminar, workshop, screening film dan kegiatan lainnya.

“Nanti akan ada peredam suara di sana. Kalau ada konser, semua peralatan juga sudah disediakan. Jadi artis atau pun band yang menggung tinggal bawa diri saja,” ujar Wendi.

Selain ketiga area tersebut, nanti akan ada satu area lagi yang saat ini sedang dalam masa renovasi. Yakni skate park. Dibuatnya skate park bukannya tanpa alasan, tapi karena beberapa skateboarder terkenal adalah orang Minang.

“Penggerak utama dari Fabriek Bloc ini memang komunitas daerah yang bertujuan menemukan talenta dan bakat-bakat baru di seni budaya dan kreatif lainnya, termasuk pemain skateboard. Siapa tau nanti muncul lagi pemain skateboard baru dari sini,” harap Wendi.

Ada yang menarik dari tempat ini. Setiap sudut area, bisa dijadikan spot berfoto. Bahkan, M Bloc Market yang menjual beberapa camilan saja dijadikan spot foto oleh pengunjung. Ini pula alasan mengapa tempat ini selalu ramai meskipun tempatnya belum selesai.

“Anak muda milenial dan gen Z adalah generasi digital. Apapun bisa dibuat aesthetic oleh mereka. Bahkan bangunan kita yang belum selesai saja menjadi incaran mereka,” tuturnya.

Dengan mempercantik bangunan lama, menjadi lebih aesthetic serta instagrammable, bangunan ini terlihat lebih modern, simple dan vintage. Inilah yang menjadi daya tarik Fabriek Bloc sehingga anak muda yang datang tak sekadar berkumpul tapi juga bisa berkegiatan positif.

“Tempat ini memiliki konsep adaptive-reuse. Bangunannya mengikuti bangunan dasar, makanya tampak lebih kekinian karena ada sentuhan vintage. Alternatif lain tempat berkumpul selain mal dan plaza,” tukasnya. (***) Editor : Novitri Selvia
#Fabriek Bloc Padang #Jalan Prof Hamka Tabing #tempat tongkrongan #Founder M Bloc Group #Wendi Putranto