Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Desa Wisata Pariangan, GTP Ulakan dan Silokek Raih Penghargaan Nasional

Admin Padek • Senin, 31 Oktober 2022 | 00:44 WIB
Photo
Photo

Tiga desa wisata di Sumbar meraih penghargaan nasional pada malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Minggu malam (30/10/22).


Penghargaan yang diraih tiga desa wisata itu adalah, Rekor MURI untuk Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan, Kabupaten Tanahdatar sebagai desa wisata pertama di dunia yang memiliki pewarna batik dari limbah kopi.


Selain itu, Desa Wisata Pariangan juga diganjar Rekor MURI sebagai desa wisata pertama memiliki batik beraroma kopi serta Juara 1 kategori lima desa berkembang terbaik Indonesia.


Kemudian, Desa Wisata Green Talao Park (GTP) Ulakan Kabupaten Padangpariaman meraih juara harapan 1 dari lima terbaik kategori kelembagaan tingkat nasional. Lalu, Desa Wisata Silokek Kabupaten Sijunjung meraih Juara Harapan 1 dari lima terbaik kategori digital dan kreatif tingkat nasional.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, desa wisata harus mampu menjawab tantangan orientasi pariwisata ke depan, gercep (gerak cepat) dan gaspoll dalam mewujudkan target 1,4 juta tenaga kerja dari sektor pariwisata dengan tema "Dari Desa untuk Indonesia Bangkit".


Pada malam anugerah desa wisata yang dibuka Menparekraf Sandiaga Uno ini, hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, artis Ruth Sahanaya, Armada, Iwa K, Rara Lida serta dimeriahkan stand up comedy Mamat Alkatiri.


Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 yang dipandu artis Raffi Ahmad dan Ayu Dewi ini digelar Kemenparekraf sebagai apresiasi terhadap desa wisata yang masuk 50 besar terbaik. Tujuannya untuk mempublikasikan secara luas pariwisata Indonesia di dalam negeri maupun luar negeri.


Dari 294 desa wisata yang terdaftar di Jadesta Kemenparekraf, tiga desa wisata di Sumbar berhasil mendapatkan penghargaan nasional tahun ini.


"Alhamdulillah, desa wisata Sumbar bertabur penghargaan pada ADWI 2022 malam ini. Semoga bisa menginspirasi desa-desa lainnya untuk jadi yang terbaik, dan tampil di sini," ungkap Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Doni Hendra yang hadir mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Luhur Budianda di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.




Photo
Photo
Bupati Tanahdatar Eka Putra bersama pengelola Desa Wisata Pariangan yang meraih penghargaan, Kabid Destinasi Wisata Sumbar Doni Hendra dan Kadisparpora Tanahdatar Hendri Agung.

Bupati Tanahdatar Eka Putra hadir menyaksikan pengelola Desa Wisata Nagari Pariangan Devi Sanjaya menerima penghargaan Juara 1 Kategori Desa Wisata Berkembang yang diserahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.




"Luar biasa berkah Allah Yang Maha Kuasa terhadap Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan Kabupaten Tanahdatar. Hari ini, tiga  penghargaan sangat bergengsi kita raih. Saya selaku kepala daerah tentu sangat bangga. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pencapaian prestasi fenomenal ini," terang Eka didampingi Asisten Ekbang Abdul Hakim, Kadisparpora Hendri Agung, Pengelola Desa Wisata/Ketua Pokdarwis Devi Sanjaya, Sekretaris Nagari Pariangan Zelmawati dan Pegiat Pariwisata Irwan Malin Basa.


Dihubungi terpisah, Ketua Tim Pendampingan dan Pengembangan Desa Wisata (TP2 DEWI) Sumbar M Zuhrizul mengapresiasi desa wisata yang meraih penghargaan nasional pada ADWI 2022.


"Hal itu tidak lepas dari kerja keras dan keseriusan para pengelola, masyarakat dan pegiat wisata serta dukungan pemda dalam mengangkat kearifan lokal yang unik dan menarik serta berdampak ekonomi di desa-desa wisata itu," ungkapnya.


Menurutnya, desa wisata itu masuk daftar pendampingan dan pengembangan TP2 DEWI bersama Dinas Pariwisata Sumbar yang telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi beberapa waktu lalu.


"TP2 DEWI Sumbar akan terus melakukan program berkelanjutan untuk wujudkan desa wisata mandiri hingga benar-benar maju.  Yakni desa wisata yang memiliki kemandirian ekonomi yang berdampak pada masyarakat desa. Tentu saja dengan kearifan lokal, kelestarian budaya dan alam yang terus terjaga. Keunggulan itu warisan desa yang menjadi daya tarik sesungguhnya dari desa wisata," ungkapnya.(esg)



Editor : Admin Padek
#Desa wisata Sumbar #Luhur Budianda #penghargaan desa wisata #Doni Hendra #Desa Wisata GTP Ulakan #ADWI 2022 #Desa Wisata Silokek #menparekraf sandiaga uno #Eka Putra #desa wisata Pariangan #Anugerah Desa Wisata Indonesia #Hendri Agung #Zuhrizul