OBJEK wisata Puncak Kumoyen terletak di perbukitan Kampung Bakureh, Jorong Sentosa, Nagari Padanggelugur, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman. Objek wisata ini merupakan salah satu pilihan favorit muda-mudi yang menyukai tantangan dan pemandangan indah.
Jika ingin berkunjung ke destinasi wisata ini, pengunjung bisa datang lewat jalan simpang Pasar Inpres Tapus, namun bagi pengunjung yang datang dari Lubuksikaping, untuk mencapai objek wisata Puncak Kumoyen membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Selanjutnya, jika pengunjung dari arah Rao, maka membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai pada persimpangan jalan menuju wisata Puncak Kumoyen. Dari persimpangan jalan wisata, jika menggunakan sepeda motor, pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai pada gerbang wisata Puncak Kumoyen.
Untuk sampai ke Puncak Kumoyen, pengunjung harus hati-hati karena kondisi jalan yang cukup curam dan memiliki banyak tikungan yang cukup tajam, namun untuk keselamatan, pengunjung disarankan untuk mendaki dengan berjalan kaki sambil menikmati pemandangan yang indah.
Selain itu, pengunjung juga sangat disarankan untuk membawa persediaan air minum yang cukup untuk mendaki, sebab di tengah perjalanan, pengunjung tidak akan menemukan warung karena di sekeliling jalan, pengunjung hanya bisa menemukan perkebunan masyarakat.
Di sisi lain, pengunjung bisa menikmati pemandangan yang cukup beragam, mulai dari perkebunan sawit dan jagung masyarakat, hingga melihat seluruh sisi pemukiman masyarakat mulai dari Rao hingga Panti.
Jika sudah sampai di objek wisata Puncak Kumoyen, pengunjung bisa menemukan beberapa pondok-pondok yang disediakan oleh masyarakat untuk tempat istirahat dan warung untuk berbelanja, sehingga lelah pengunjung saat mendaki terbayarkan dengan keindahan pemandangan yang luar biasa menarik.
Di puncak bukit, fasilitas untuk pengunjung sangat lengkap, mulai dari mushala, toilet, kuliner, bahkan spot untuk mengabadikan momen saat berada di puncak juga disediakan.
Saat ini, Puncak Kumoyen memiliki empat spot yang bisa dijadikan lokasi untuk mengabadikan momen.
Pertama, pengunjung bisa berpose pada patung yang berbentuk telapak tangan gergasi dengan berdiri atau duduk di atas tangan sambil melihat seluruh pemukiman Kabupaten Pasaman yang dikelilingi oleh bukit barisan.
Kedua, pengunjung juga bisa bersantai menikmati pemandangan dengan berpose di atas perahu yang terbuat dari semen yang menggantung di atas bukit menghadap ke arah pemukiman masyarakat.
Ketiga, Puncak Kumoyen memiliki tempat nongkrong yang dibangun dengan luas kira-kira 4×6 meter untuk bersantai sambil menikmati suasana sejuk dari atas bukit. Terakhir, pengunjung juga bisa menjadikan patung 1.000 wajah tokoh berpengaruh yang diukir sebagai spot wisata edukasi untuk lebih mengenal tokoh-tokoh yang sangat berjasa dalam dunia.
Sekretaris Nagari Padanggelugur, Rahmat Hidayat mengatakan, objek wisata Puncak Kumoyen masih dalam tahap pengembangan, masih banyak yang perlu dibenahi agar pengunjung bisa menikmati suasana liburan yang sebenarnya.
“Kita masih dalam tahap pengembangan, untuk menuju wisata kita masih membutuhkan kendaraan yang mampu mengangkut pengunjung sampai ke atas bukit yang nantinya dikenakan tarif Rp15 ribu per orang,” ujarnya.
Pengunjung nantinya hanya dikenakan tarif ini saja, jika sudah berada di puncak bukit, pengunjung tidak akan dikenakan tarif apapun kecuali kebutuhan pribadi pengunjung.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pengunjung nantinya bisa datang pada waktu pagi, siang dan malam.
Karena menurutnya jika pengunjung datang pada waktu pagi hari, pengunjung dapat menikmati pemandangan seperti negeri di atas awan. Jika pengunjung datang pada waktu siang hari, pengunjung hanya bisa menikmati keindahan pemandangan dari atas bukit.
Sementara itu, jika pengunjung datang waktu malam hari, pengunjung bisa menikmati kerlap-kerlip lampu pemukiman masyarakat mulai dari Kecamatan Rao hingga Kecamatan Panti.
“Jika ingin bermalam, kita juga nanti akan sediakan tempat untuk pengunjung, namun untuk saat ini, kita masih belum memperbolehkan pengunjung untuk bermalam,” ungkapnya.
Ia berharap, Puncak Kumoyen akan menjadi salah satu daya tarik wisatawan nantinya, mengingat jika ingin melihat awan lebih dekat dulunya wisatawan harus mendaki gunung selama berhari-hari.
Namun sekarang, dengan adanya wisata Puncak Kumoyen, wisatawan pecinta gunung tidak perlu mendaki selama berhari-hari, cukup datang mengunjungi wisata puncak kumoyen dengan jarak tempuh hanya membutuhkan kurang lebih satu jam perjalanan, sudah bisa menikmati negeri di atas awan.
Kemudian, ia juga berharap jika nantinya objek wisata ini berkembang dapat mendongkrak perekonomian masyarakat dan sekaligus menambah pendapatan Nagari Padanggelugur. “Kami terus berupaya membenahi semaksimal mungkin, target pada tahun 2023 mendatang, objek wisata ini bisa dinikmati oleh pengunjung,” tegasnya. (***) Editor : Novitri Selvia