Festival ini menyuguhkan berbagai prosesi adat yang sakral dan sarat makna. Dikenal sebagai warisan budaya tak benda, Tabuik tidak hanya menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga simbol sejarah dan kepercayaan yang melekat dalam masyarakat Minangkabau, khususnya Pariaman.
Prosesi pembuka akan dimulai pada Jumat, 27 Juni 2025 dengan Maambiak Tanah, yang dilangsungkan di Jembatan Pauah dan Alai Gelombang.
Untuk Tabuik Pasa, acara berlangsung pukul 16.30–20.00 WIB, sementara Tabuik Subarang dimulai pukul 16.00–18.00 WIB.
Berikutnya, Selasa, 1 Juli 2025, digelar prosesi Manabang Batang Pisang pukul 16.00–22.00 WIB, berlokasi di Alai Galombang dan Simpang Kampung Kaliang untuk kedua Tabuik.
Masuk ke inti acara, pada Kamis, 3 Juli 2025, akan diadakan tiga prosesi penting:
- Turun Panja: pukul 09.00–11.00 WIB, di Rumah Tuo Tabuik Pasa dan Subarang.
- Maatam: pukul 13.00–14.00 WIB, di Daraga Tabuik Pasa dan Subarang.
- Maarak Jari-jari: pukul 18.45–22.00 WIB, dimulai dari Rumah Tuo masing-masing menuju Simpang Kampung Cino.
Selanjutnya, pada Jumat, 4 Juli 2025, akan berlangsung prosesi Maarak Saroban dari pukul 18.45–22.00 WIB. Arak-arakan dimulai dari Rumah Tuo Tabuik Pasa dan Subarang menuju Simpang Kampung Cino.
Puncak festival akan berlangsung pada Minggu, 6 Juli 2025, dengan agenda sebagai berikut:
- Tabuik Naiak Pangkat: pukul 05.00–08.00 WIB di Simpang Empat Pasar Rakyat dan Simpang Kampung Cino.
- Hoyak Tabuik: pukul 08.00–17.45 WIB, berlokasi di Simpang Empat Pasar Rakyat, Simpang Kampung Cino, dan Panggung Utama.
- Tabuik Dibuang ke Laut: berlangsung di Muaro Pantai Gandoriah sebagai penutup, melambangkan kembalinya arwah cucu Nabi Muhammad SAW ke alam baka.
Festival ini terbuka untuk umum. Masyarakat dan wisatawan diundang untuk menyaksikan secara langsung seluruh prosesi adat, sekaligus merasakan kekayaan budaya Minangkabau yang otentik dan penuh filosofi.(*)
Editor : Hendra Efison