penginapan, menjadikan Glamping Teras Bumi Sikabu di Kabupaten Limapuluh Kota, tak kalah menarik dibandingkan penginapan bernuansa sawah seperti di Ubud, Bali atau suasana penginapan di kawasan Ciwidey, Bandung. Seperti apa rasanya?
Usai diguyur hujan sejak Subuh, menyisakan pagi dengan udara dingin menyegarkan. Kabut Putih yang semula menyelimuti Kota Payakumbuh, beranjak bergerak menyusuri sawah berjenjang tertiup angin mengarah ke lereng Gunung Sago, menyapa tamu penginapan di Glamping Teras Bumi Sikabu.
Begitulah sedikit gambaran pesona dari Glamping Teras Bumi Sikabu yang menjadi pilihan bagi pengunjung untuk menginap sembari menikmati alam bersama keluarga di Kabupaten Limapuluh Kota.
Penginapan dengan konsep glamour camping (glamping) ini, lokasinya berada sekitar 12 kilometer di selatan pusat Kota Payakumbuh atau hanya sekitar 15 menit berkendara. Artinya sangat mudah dijangkau.
Pemandangan alam di tengah perkampungan petani, sawah dan ladang, serta view dari ketinggian menjadi suguhannya. Kenyamanan pelayanan dan privasi yang terjaga dengan ruang penginapan yang disediakan, termasuk kolam renang pribadi, menjadi hal yang paling dirasakan oleh setiap pengunjung Glamping Teras Bumi Sikabu.
“Selain kenyamanan dan privasi bagi pengunjung, kita di Teras Bumi Sikabu, sangat menjaga nilai-nilai kearifan lokal masyarakat. Kita menyasar pasar keluarga dengan dengan menerapkan pengawasan yang ketat sebagai syarat kunjungan,” ucap owner Glamping Teras Bumi Sikabu, Nofrizal kepada Padang Ekspres, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, tidak hanya suasana di penginapan, pengunjung di tempat yang menjadi favorit di Nagari Sikabu-kabu, Tanjuang Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak ini, juga bisa menikmati experience berinteraksi dengan masyarakat lokal dan mencoba hal-hal unik yang bakal menjadi kenangan setelah pulang nantinya.
Membajak sawah dengan cara tradisional menggunakan tenaga kerbau, berkuda mengitari kebun-kebun masyarakat, hingga mengelilingi pemukiman penduduk di pedesaan menggunakan kendaraan wisata sejenis All Terrain Vehicle (ATV), bisa dirasakan pengunjung di sana.
Nofrizal mengungkapkan, di Glamping Teras Bumi Sikabu, anak-anak juga bisa mengenal lebih jauh bagaimana beras diproduksi dari sawah hingga dikemas dan siap dimasak atau bagaimana pohon aren menghasilkan air yang bisa diolah menjadi gula merah yang nikmat. Semua menjadi satu pengalaman menarik, jika sempat berkunjung ke salah satu negeri di atas awan ini.
“Semoga suguhan dan pelayanan kita bisa memberikan kesan terbaik dengan pesona yang sulit dilupakan. Kami siap memberikan kenyamanan bagi tamu-tamu terbaik Teras Bumi Sikabu,” terang Nofrizal. (ARFIDEL ILHAM—Limapuluh Kota) Editor : Novitri Selvia