Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Geosite Hipostratotipe Formasi Telisa Danau Biru Kunangan: Destinasi Wisata Geologi Menakjubkan di Geopark Silokek

Heri Sugiarto • Sabtu, 4 Januari 2025 | 15:16 WIB

situs geologi yang menjadi bagian dari Geopark Ranah Minang Silokek, di Kabupaten Sijunjung, adalah Geosite Hipostratotipe Formasi Telisa Danau Biru Kunangan. (Foto: Ridwan)
situs geologi yang menjadi bagian dari Geopark Ranah Minang Silokek, di Kabupaten Sijunjung, adalah Geosite Hipostratotipe Formasi Telisa Danau Biru Kunangan. (Foto: Ridwan)
PADEK.JAWAPOS.COM-Salah satu dari 14 situs geologi yang menjadi bagian dari Geopark Ranah Minang Silokek, di Kabupaten Sijunjung, adalah Geosite Hipostratotipe Formasi Telisa Danau Biru Kunangan.

Terletak di Nagari Kunangan Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru, lokasi ini menawarkan keindahan bentang alam sekaligus nilai ilmiah yang tinggi.

Manager Geopark Ranah Minang Silokek, Ridwan, menjelaskan, Danau Biru Kunangan menyimpan singkapan batuan yang terdiri atas perselingan batupasir dan serpih dari Formasi Telisa Bagian Bawah.

Batuan ini berasal dari Miosen Awal hingga Miosen Tengah, sekitar 23 juta tahun lalu, dan diendapkan pada lingkungan laut terbuka dangkal yang dipengaruhi oleh naik-turunnya muka air laut.

"Selain itu, fosil moluska dengan genus Melania sp. dan Cerithidea sp, ditemukan di lokasi ini, memperkuat bukti lingkungan pengendapan laut dangkal pada masa lalu," katanya.

Pengaruh Struktur Geologi

Formasi Telisa di Danau Biru Kunangan dipengaruhi oleh Sesar Sumatera yang berarah barat laut-tenggara.

Struktur ini membentuk lipatan dan sesar yang menghasilkan perbukitan struktural khas dengan lereng landai.

Fenomena tersebut, kata Ridwan, juga membentuk danau bekas penambangan batubara yang kini dikenal sebagai Danau Biru Kunangan.

Kunjungan ke Geosite Hipostratotipe Formasi Telisa Danau Biru Kunangan. (Foto: Ridwan)
Kunjungan ke Geosite Hipostratotipe Formasi Telisa Danau Biru Kunangan. (Foto: Ridwan)

Makna Ilmiah, Estetika, dan Rekreasi

Menurut Ridwan, geosite ini memiliki nilai ilmiah berupa bukti pengendapan laut terbuka pada Miosen Awal–Miosen Tengah, nilai estetika dengan keindahan perlapisan batuan sedimen, serta potensi rekreasi sebagai daya tarik wisata.

"Danau buatan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi artefak sejarah bumi yang merekam proses geologi penting di wilayah Sijunjung," tambahnya.

Potensi Penelitian dan Pendidikan

Geosite Hipostratotipe Formasi Telisa ini berfungsi sebagai objek penelitian, pendidikan kebumian, dan geowisata.

“Lokasi ini memberikan peluang besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pariwisata berbasis alam dan sejarah geologi,” ujar Ridwan.

Sebagai bagian dari Geopark Ranah Minang Silokek, katanya, Danau Biru Kunangan dapat dioptimalkan untuk meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Sijunjung.

"Dengan keindahan bentang alam, bukti sejarah geologi, dan potensi rekreasi, situs ini diharapkan menjadi andalan baru pariwisata Sumatera Barat," harap Ridwan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Silokek #Geosite Hipostratotipe Formasi Telisa #Formasi Telisa Miosen #fosil moluska #Ridwan #geologi #Geopark Ranah Minang Silokek #Danau Biru Kunangan #wisata geologi sumatera barat #warisan geologi Sijunjung #sijunjung #penelitian