Terletak di Nagari Kunangan Parik Rantang, Kecamatan Kamang Baru, lokasi ini menawarkan keindahan bentang alam sekaligus nilai ilmiah yang tinggi.
Manager Geopark Ranah Minang Silokek, Ridwan, menjelaskan, Danau Biru Kunangan menyimpan singkapan batuan yang terdiri atas perselingan batupasir dan serpih dari Formasi Telisa Bagian Bawah.
Batuan ini berasal dari Miosen Awal hingga Miosen Tengah, sekitar 23 juta tahun lalu, dan diendapkan pada lingkungan laut terbuka dangkal yang dipengaruhi oleh naik-turunnya muka air laut.
"Selain itu, fosil moluska dengan genus Melania sp. dan Cerithidea sp, ditemukan di lokasi ini, memperkuat bukti lingkungan pengendapan laut dangkal pada masa lalu," katanya.
Pengaruh Struktur Geologi
Formasi Telisa di Danau Biru Kunangan dipengaruhi oleh Sesar Sumatera yang berarah barat laut-tenggara.
Struktur ini membentuk lipatan dan sesar yang menghasilkan perbukitan struktural khas dengan lereng landai.
Fenomena tersebut, kata Ridwan, juga membentuk danau bekas penambangan batubara yang kini dikenal sebagai Danau Biru Kunangan.
Makna Ilmiah, Estetika, dan Rekreasi
Menurut Ridwan, geosite ini memiliki nilai ilmiah berupa bukti pengendapan laut terbuka pada Miosen Awal–Miosen Tengah, nilai estetika dengan keindahan perlapisan batuan sedimen, serta potensi rekreasi sebagai daya tarik wisata.
"Danau buatan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi artefak sejarah bumi yang merekam proses geologi penting di wilayah Sijunjung," tambahnya.
Potensi Penelitian dan Pendidikan
Geosite Hipostratotipe Formasi Telisa ini berfungsi sebagai objek penelitian, pendidikan kebumian, dan geowisata.
“Lokasi ini memberikan peluang besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pariwisata berbasis alam dan sejarah geologi,” ujar Ridwan.
Sebagai bagian dari Geopark Ranah Minang Silokek, katanya, Danau Biru Kunangan dapat dioptimalkan untuk meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Sijunjung.
"Dengan keindahan bentang alam, bukti sejarah geologi, dan potensi rekreasi, situs ini diharapkan menjadi andalan baru pariwisata Sumatera Barat," harap Ridwan.(*)
Editor : Heri Sugiarto