Di daerah ini terdapat keunikan geologis yang memikat para pengunjung, terutama bagi para peneliti dan mahasiswa yang tertarik dengan kekayaan bumi.
Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah Geosite Granodiorit Timbulun yang terletak di Nagari Timbulun, Kecamatan Tanjung Gadang.
Tempat ini menjadi bukti penting dari proses geologi yang membentuk lanskap Sumatera Barat.
Geosite Granodiorit Timbulun di Geopark Ranah Minang Silokek menawarkan pengalaman geowisata yang sensasional.
Manager Geopark Ranah Minang Silokek, Ridwan menjelaskan bahwa batuan yang terdapat di Nagari Timbulun merupakan tubuh batuan granodiorit yang mengalami proses pensesaran hingga membentuk breksi.
Granodiorit ini memiliki ciri khas warna abu kehitaman, tekstur faneritik halus, dan komposisi mineral yang meliputi kuarsa, plagioklas, k-feldspar, hornblend, biotit, dan klorit.
Proses terbentuknya breksi di wilayah ini terkait dengan tumbukan mikrokontinen West Sumatra Block dan Sibumasu Block yang kemudian diikuti oleh pensesaran berarah barat laut-tenggara.
"Geosite Granodiorit Timbulun tidak hanya menjadi tempat penelitian geologi, namun juga menawarkan pemandangan alam yang memukau," kata Ridwan.
Batuan granodiorit yang terbentuk akibat proses tektonik ini membentuk perbukitan struktural yang indah, dipadu dengan Air Terjun Timbulun yang mengalir deras melalui Batang Kulampi.
Bentang Alam dan Estetika Geosite Granodiorit
Geosite ini menyuguhkan bentang alam yang unik, berupa perbukitan bergelombang rendah yang terbentuk oleh batuan granodiorit yang telah mengalami breksiasi akibat sesar.
Salah satu daya tarik utama dari lokasi ini adalah keberadaan air terjun yang memanfaatkan struktur batuan granodiorit.
Air terjun ini menambah keindahan estetika alam, sekaligus memberikan nilai ilmiah sebagai rekaman proses tektonik yang terjadi di kawasan tersebut.
Bagi para pengunjung, kata Ridwan, Geosite Granodiorit Timbulun juga memiliki nilai fungsional sebagai objek penelitian dan pendidikan kebumian.
"Banyak mahasiswa jurusan geologi dari berbagai universitas, seperti Lampung, Palembang, dan Bandung, yang datang untuk mempelajari lebih dalam mengenai geologi dan proses tektonik yang membentuk kawasan ini," ungkapnya.
Akses dan Fasilitas
Untuk mencapai Geosite Granodiorit Timbulun, pengunjung dari Padang dengan kendaraan roda empat bisa menempuh waktu sekitar 3 jam menuju Pusat Informasi Geopark Ranah Minang Silokek.
Setelah tiba, pengunjung akan dipandu oleh pemandu geowisata untuk melanjutkan perjalanan menuju geosite, yang memakan waktu sekitar 40 menit menggunakan kendaraan.
Dari titik parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit untuk mencapai lokasi utama geosite.
Di sekitar air terjun, masyarakat setempat menjaga kearifan lokal dengan melakukan tradisi melepas ikan larangan sebagai bagian dari upaya konservasi sungai.
Selain itu, hasil panen ikan ini dimanfaatkan secara berkala oleh warga untuk kebutuhan konsumsi.
Karena lokasi air terjun berada di sekitar perkampungan, fasilitas umum seperti toilet dan masjid tersedia di kawasan tersebut.
"Jika pengunjung ingin menikmati makan siang atau snack, pengelola Geosite siap menyediakan kebutuhan konsumsi dengan memesan terlebih dahulu," tambah Ridwan.
Dengan akses yang relatif mudah dan fasilitas yang mendukung, destinasi ini cocok untuk wisatawan, peneliti, serta mahasiswa yang ingin mempelajari lebih dalam tentang bumi dan geologi.(*)
Editor : Heri Sugiarto