Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

5 Hotel Legendaris di Sumatra Barat yang Pernah Berjaya Tempo Dulu

Ego Arianto • Sabtu, 12 April 2025 | 02:04 WIB

Khas Ombilin Hotel di Sawahlunto, April 2025 (Dok. Ego Arianto)
Khas Ombilin Hotel di Sawahlunto, April 2025 (Dok. Ego Arianto)
Oleh: Ego Arianto, Analis Sumber Sejarah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.

PADEK.JAWAPOS.COM-Keberadaan hotel memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pariwisata. Hotel bukan hanya sekadar tempat untuk beristirahat, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berwisata itu sendiri.

Bahkan, tak sedikit wisatawan yang memperpanjang masa tinggalnya di suatu daerah karena hotel-hotel di sana menawarkan fasilitas yang mendukung kenyamanan, sekaligus memudahkan mereka dalam mengeksplor berbagai destinasi wisata. 

Kolom ‘Pariwisata’ kali ini menyajikan informasi sejumlah hotel lama di Sumatra Barat, baik yang masih bertahan maupun yang pernah eksis tapi kini telah tiada.

Hotel-hotel ini bukan sekadar tempat menginap, melainkan juga meninggalkan kesan tersendiri bagi wisatawan karena fasilitas unggulan yang ditawarkan.

Hotel-hotel itu antara lain Hotel Centrum dan Park Hotel di Fort de Kock (Bukittinggi), Hotel Oranje dan Hotel Centraal di Padang, serta Hotel Ombilin di Sawahlunto. 

Kelima hotel ini layak dikedepankan karena sejumlah alasan. Pertama, hotel-hotel tersebut menawarkan fasilitas yang tergolong modern pada zamannya–yang belum tentu dimiliki oleh hotel-hotel di daerah lain.

Selain itu, masing-masing hotel memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang sulit disamai oleh hotel-hotel lainnya. 

Kedua, nama-nama hotel ini nyaris selalu disebut dalam berbagai buku panduan wisata yang terbit sepanjang awal abad ke-20.

Beberapa di antaranya, yang juga menjadi rujukan utama dalam tulisan ini, adalah buku Reisgids voor Nederlandsch-Indie (1902), Acht Dagen in de Padangsche Bovenlanden (1909), Padang en Omstreken (1920), Dwars door Sumatra (1921), Handboek voor Automobilisten en Motorwielrijders (1927), Van Stockum’s Travellers’ Handbook for the Dutch East Indies (1930), Handboek voor toerisme in Nederlandsch-Indië (1938), dan Sumatra (1939). Kelima hotel di atas disebut dalam buku-buku panduan ini.

Ketiga, berkaitan dengan alasan sebelumnya, keberadaan hotel-hotel itu dalam berbagai buku panduan wisata dari kurun waktu yang berbeda menunjukkan bahwa hotel-hotel ini adalah hotel-hotel terbaik awal abad ke-20.

Oleh sebab itu, kelima hotel pilihan ini sangat direkomendasikan bagi para wisatawan. Bahkan, jejak beberapa hotel seperti Hotel Centrum dan Hotel Ombilin masih dapat dilihat di masa kini. 

Berikut ini adalah potret lima hotel tempo dulu di Sumatra Barat beserta fasilitas yang ditawarkan.

1. Hotel Centrum

Hotel Centrum di Bukittinggi antara tahun 1915-1930 (Koleksi Nationaal Museum van Wereldculturen No. TM-60047736)
Hotel Centrum di Bukittinggi antara tahun 1915-1930 (Koleksi Nationaal Museum van Wereldculturen No. TM-60047736)

Hotel Centrum pertama kali dibuka pada 16 Maret 1919. Lokasinya strategis di pusat kota wisata Bukittinggi, berdekatan dengan sejumlah bangunan penting seperti stasiun, sekolah, kantor pos, dan kantor pemerintah.

Hotel ini juga pernah menjadi tempat berkumpul atau mengadakan kegiatan bagi anggota klub motor terkenal, Java Motor Club (JMC)–yang kelak menjadi Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Dalam “Van Stockum’s Travellers’ Handbook for the Dutch East Indies” (1930), disebutkan bahwa Hotel Centrum memiliki 38 kamar.

Kamar-kamar itu terbagi menjadi dua tipe: kamar tidur tunggal (single bedroom) dan kamar tidur ganda (double bedroom)–dengan harga yang bervariasi. Tarif untuk ‘single bedroom’ berkisar antara 10-16 gulden per malam, sementara ‘double bedroom’ dikenakan tarif antara 18-28 gulden.

Wisatawan yang menginap selama 15 hari berturut-turut mendapat diskon sebesar 10% dari total biaya penginapan.

Bahkan, jika menginap lebih lama lagi (1 bulan), akan mendapat potongan harga yang lebih besar yang besarannya dapat dinegosiasikan dengan pengelola hotel.

Hotel Centrum termasuk dalam kelompok hotel kelas satu. Di sini ditawarkan fasilitas hiburan dan olahraga seperti ruang biliar, ruang musik, ruang baca, kolam renang, lapangan golf, hingga taman bermain anak-anak.

Hotel ini juga menyediakan layanan penyewaan mobil bagi wisatawan yang ingin bepergian menjelajahi objek-objek wisata di Bukittinggi dan sekitarnya.

Tak hanya itu, tersedia pula hidangan khas Eropa yang dimasak oleh koki-koki Eropa berpengalaman dan disajikan dengan gaya penyajian ala Eropa.

Dengan semua fasilitas yang dimilikinya, tak heran jika Hotel Centrum dianggap hotel terbaik di Sumatra Barat kala itu. 

Bekas Hotel Centrum di Bukittinggi, April 2025 (Dok. Penulis)
Bekas Hotel Centrum di Bukittinggi, April 2025 (Dok. Penulis)

 

2. Park Hotel

Park Hotel di Bukittinggi sekitar tahun 1930-an (Sumber: Officieele Toeristenbureau voor Nederlandsch-Indië, 1939)
Park Hotel di Bukittinggi sekitar tahun 1930-an (Sumber: Officieele Toeristenbureau voor Nederlandsch-Indië, 1939)

Selain Hotel Centrum, Park Hotel merupakan hotel kelas satu lainnya yang pernah eksis di Bukittinggi. Hotel ini mulai beroperasi pada awal tahun 1920, menempati bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai Hotel Renard.

Park Hotel mengusung konsep paviliun; terdiri dari bangunan-bangunan kecil yang terpisah namun masih berada dalam satu area hotel. Park Hotel juga terkenal karena memiliki taman berbunga yang indah.

Jika dibandingkan dengan Hotel Centrum, Park Hotel memiliki jumlah kamar dan tarif yang lebih rendah.

Jumlah kamar di hotel ini adalah 20, terdiri dari kamar tidur tunggal (single bedroom) dan kamar tidur ganda (double bedroom).

Tarif untuk ‘single bedroom’ berkisar antara 8-10 gulden per malam, sedangkan ‘double bedroom’ antara 14-18 gulden. 

Park Hotel juga menyediakan fasilitas hiburan dan olahraga. Fasilitas hiburan yang tersedia meliputi ruang musik, ruang baca, dan taman bermain anak-anak, sementara fasilitas olahraga mencakup kolam renang, lapangan tenis, dan lapangan golf.

Hotel ini juga menawarkan layanan penyewaan mobil serta penjemputan tamu di stasiun. Untuk urusan kuliner, tersedia hidangan khas Eropa yang dimasak oleh juru masak Eropa berpengalaman.

Sayangnya, bangunan Park Hotel ini kini sudah tak lagi berbekas.

3. Hotel Oranje

Hotel Oranje di Padang antara tahun 1920-1925 (Koleksi Nationaal Museum van Wereldculturen No. TM-ALB-2396-53)
Hotel Oranje di Padang antara tahun 1920-1925 (Koleksi Nationaal Museum van Wereldculturen No. TM-ALB-2396-53)

Hotel Oranje adalah satu-satunya hotel yang selalu disebut dalam setiap buku panduan wisata. Hotel ini menjadi penginapan kelas satu yang sangat populer di kalangan wisatawan, sekaligus salah satu hotel tertua di Sumatra Barat.

Yang tak kalah menarik, bangunan hotel ini awalnya adalah kediaman resmi Gubernur Sumatra’s Westkust hingga akhir abad ke-19. 

Hotel Oranje diperkenalkan pertama kali pada Oktober 1891–sebagai kelanjutan dan bentuk ‘rebranding’ dari bangunan yang sebelumnya bernama Hotel Wielick.

Lokasinya sangat strategis, terletak tak jauh dari Michielsplein (kini Taman Melati) dan kawasan Muara Padang. 

Hotel Oranje merupakan hotel terbesar di Sumatra Barat zaman kolonial. Hotel ini memiliki 64 kamar. Seperti halnya hotel-hotel lain saat itu, di sini juga tersedia pilihan kamar tidur tunggal (single bedroom) dan ganda (double bedroom) dengan tarif bervariasi.

Untuk ‘single bedroom’, harga per malam berkisar antara 6-10 gulden, sedangkan ‘double bedroom’ dikenai tarif antara 17-18 gulden.

Wisatawan yang menginap selama 15 hari akan memperoleh potongan harga sebesar 10% dari total biaya.

Begitu pun, bagi tamu yang menginap lebih lama (1 bulan), mendapat diskon yang lebih besar yang dapat dinegosiasikan dengan pengelola hotel.

Hotel Oranje menyediakan fasilitas mewah dan lengkap, sebanding dengan statusnya sebagai hotel kelas satu.

Terdapat paviliun terpisah untuk kenyamanan tamu, serta ruang makan yang luas dan kamar mandi yang dilengkapi bathtub dan shower.

Menariknya, bagi tamu hotel yang telah melakukan reservasi sebelumnya, tersedia layanan penjemputan dari Stasiun Pulau Air.

Kendati bangunan Hotel Oranje telah tiada, jejak sejarahnya tetap hidup dalam ingatan. Beberapa foto yang merekam wujud bangunan serta aktivitas di hotel tersebut kini terpajang di lobi Hotel Truntum, Padang.

4. Hotel Centraal

Hotel Centraal di Padang sekitar tahun 1930-an (Sumber: Officieele Toeristenbureau voor Nederlandsch-Indië, 1939)
Hotel Centraal di Padang sekitar tahun 1930-an (Sumber: Officieele Toeristenbureau voor Nederlandsch-Indië, 1939)

Selain Hotel Oranje, Kota Padang memiliki hotel elit lainnya yang tak kalah mentereng, yakni Hotel Centraal. Hotel ini dibuka pada 1919, dan juga terletak di pusat kota. 

Hotel Centraal memiliki 31 kamar, masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi pribadi dan beranda depan. Juga seperti hotel-hotel lain pada masanya, di sini tersedia pilihan kamar tidur tunggal (single bedroom) dan kamar tidur ganda (double bedroom).

Untuk kamar tunggal, tarif per malam berkisar antara 7,5–9 gulden, sementara kamar ganda dikenakan tarif antara 15–18 gulden.

Begitu pun, tamu yang menginap selama 15 hari akan mendapat diskon sebesar 10 persen dari total biaya, sedangkan untuk masa inap satu bulan tersedia potongan harga yang lebih besar, yang jumlahnya dapat dibicarakan dengan pengelola hotel. 

Fasilitas yang ditawarkan Hotel Centraal cukup lengkap untuk ukuran zamannya. Hotel ini memiliki lobi yang luas, ruang baca, bar, dan teras.

Tersedia pula layanan makan siang dan makan malam yang disiapkan oleh koki Eropa berpengalaman. Tak hanya itu, tersedia juga fasilitas garasi mobil dan layanan penyewaan mobil bagi para tamu.

Sayang sekali, bangunan Hotel Centraal kini juga sudah tidak berbekas.

5. Hotel Ombilin

Hotel Ombilin di Sawahlunto Awal Abad ke-20 (Dok. Khas Ombilin Hotel)
Hotel Ombilin di Sawahlunto Awal Abad ke-20 (Dok. Khas Ombilin Hotel)

Hotel Ombilin adalah satu-satunya hotel yang ada di Sawahlunto tempo dulu. Hotel ini dikelola oleh perusahaan tambang Ombilin.

Lokasinya berada di pusat kota Sawahlunto, tak jauh dari gedung societeit Glück Auf (kini Gedung Pusat Kebudayaan) dan lapangan Ombilin.

Bangunan hotel didirikan pada tahun 1917-1918; dengan peruntukan awal sebagai tempat menginap tamu perusahaan, khususnya pejabat pemerintah dan insinyur pertambangan yang berkunjung ke Sawahlunto. 

Dalam “Van Stockum’s Travellers’ Handbook for the Dutch East Indies” (1930), disebutkan bahwa Hotel Ombilin juga dikenal dengan nama ‘Hotel Unverzagt’, merujuk pada nama pemiliknya saat itu, W. Unverzagt.

Hotel ini memiliki 10 kamar; dengan tarif menginap per malam sebesar 7 gulden untuk satu orang, dan 12,50 gulden untuk dua orang. Di sini juga disajikan masakan khas Eropa dan Indonesia.

Kesan terhadap Hotel Ombilin kiranya dapat tergambar dari cerita Gijsbers, salah seorang guru di sekolah tambang yang tinggal di Sawahlunto selama tahun 1925–1930.

Awalnya, ia tinggal di sebuah rumah dinas di pinggiran kota–yang menurutnya tidak nyaman. Beberapa bulan kemudian, ia diizinkan menginap sementara waktu di Hotel Ombilin. 

“Rasanya [di sini] seperti menjadi Raja! Sekarang saya berada di pusat kota, dekat dengan sekolah, dengan societeit [perkumpulan], dengan Ombilinplein, dan dikelilingi oleh orang-orang yang ramah,” kenang Gijsbers dalam majalah Tong Tong edisi 15 Maret 1976.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai hotel-hotel di Sumatra Barat tempo dulu. Hingga kini belum ada data seberapa banyak dan apa saja hotel yang pernah eksis di daerah ini.

Selain kelima hotel ini, sejumlah buku panduan wisata juga menyebut keberadaan hotel-hotel penting lainnya yang juga direkomendasikan bagi wisatawan, antara lain Hotel Merapi di Padang Panjang, Hotel Pajacombo di Payakumbuh, Hotel Solok di Solok, dan Hotel Soebangpas di Lubuk Selasih. Di lain kesempatan akan kita sajikan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#hotel bersejarah di Sumatra Barat #Hotel di Sawahlunto #Hotel Tempo Dulu #Hotel Centrum Bukittinggi #hotel tua di Indonesia #Hotel di Padang #hotel di Bukittinggi #Park Hotel Bukittinggi #Hotel Centraal #Hotel Ombilin Sawahlunto #hotel di sumatra barat #Hotel Oranje Padang #Hotel favorit wisatawan tempo dulu #Hotel Zaman Belanda