Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Benteng Van Der Capellen, Wisata Sejarah Kolonial Belanda di Jantung Kota Batusangkar

Rian Afdol • Jumat, 4 Juli 2025 | 11:39 WIB

Gaya bangunan nuasa Belanda terlihat jelas pada bangunan Benteng Van Der Capellen.
Gaya bangunan nuasa Belanda terlihat jelas pada bangunan Benteng Van Der Capellen.
Kabupaten Tanahdatar terus menegaskan eksistensinya sebagai salah satu daerah unggulan sektor pariwisata di Sumatera Barat. Bukan hanya keindahan alam, tetapi juga kekayaan sejarah yang masih terawat menjadi magnet kuat untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satunya Benteng Van Der Capellen yang masih berdiri gagah sampai saat ini.

Laporan RIAN AFDOL, Tanahdatar—

PADEK.JAWAPOS.COM—Salah satu destinasi wisata sejarah yang tak boleh dilewatkan saat berada di Tanahdatar adalah Benteng Van Der Capellen, sebuah bangunan peninggalan kolonial Belanda yang hingga kini masih berdiri kokoh di pusat Kota Batusangkar.

Benteng ini didirikan pada tahun 1824, menjadikannya sebagai salah satu situs sejarah tertua di wilayah Luak Nan Tuo. Nama benteng ini diambil dari nama seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda kala itu, Godert van der Capellen.

Bangunan ini awalnya difungsikan sebagai pusat pertahanan serta pusat administrasi pemerintah kolonial Belanda di kawasan Tanahdatar.

Secara geografis, lokasi benteng ini sangat strategis, yakni hanya sekitar 350 meter dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Cindua Mato, pusat keramaian masyarakat Kota Batusangkar. Akses menuju lokasi pun sangat mudah dijangkau baik oleh kendaraan pribadi maupun umum.

Dari segi arsitektur, Benteng Van Der Capellen berbentuk persegi empat dengan dinding yang tebal dan pintu gerbang besar yang melengkung.

Dua meriam sepanjang dua meter yang terletak di sisi pintu masuk menambah kesan historis dan militeristik dari bangunan ini. Benteng ini tidak hanya menyimpan estetika masa lalu, tapi juga nilai edukasi yang tinggi.

Benteng Van Der Capellen menjadi destinasi wisata sejarah di Kabupaten Tanahdatar.
Benteng Van Der Capellen menjadi destinasi wisata sejarah di Kabupaten Tanahdatar.

Benteng ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan konflik internal antara kaum adat dan kaum padri di Tanahdatar.

Pada masa itu, kaum adat meminta bantuan kepada pemerintah kolonial Belanda untuk menghadapi kaum padri yang sedang berkembang kuat. Sebagai imbal balik, Belanda diberikan akses untuk mendirikan benteng sebagai basis pertahanan mereka.

Seiring dengan pergantian era dan dinamika politik, fungsi benteng ini pun turut berubah. Pada masa pendudukan Jepang, tepatnya antara tahun 1943 hingga 1945, benteng ini pernah difungsikan sebagai markas Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya, pada tahun 1947, bangunan ini digunakan oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Baca Juga: Lesu Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Padang Turun Drastis

Pada periode Agresi Militer Belanda Kedua (1948–1950), benteng ini kembali jatuh ke tangan Belanda. Setelah masa agresi berakhir, bangunan ini sempat berfungsi sebagai kampus Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal IKIP Padang, dan saat ini menjadi bagian dari Universitas Negeri Padang (UNP).

Kini, pengunjung dapat menemukan berbagai dokumentasi sejarah dalam bentuk foto-foto hitam putih yang dipajang di dalam benteng.

Foto-foto tersebut menggambarkan berbagai periode pemanfaatan benteng, menjadikan kunjungan ke tempat ini tidak hanya sekadar berwisata, tetapi juga menambah wawasan tentang sejarah perjuangan bangsa.

Sejumlah koleksi foto sejarah yang bisa dilihat di dalam Benteng Van Der Capellen.
Sejumlah koleksi foto sejarah yang bisa dilihat di dalam Benteng Van Der Capellen.

Tak jauh dari benteng, terdapat pula bangunan bersejarah lainnya yaitu Indo Jalito, yang dahulu merupakan kediaman pejabat tinggi kolonial dan kini difungsikan sebagai Rumah Dinas Bupati Tanahdatar.

Setelah puas menjelajahi bangunan dan dokumen sejarah, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke pasar kuliner yang berada tepat di depan Benteng Van Der Capellen.

Di sana tersedia aneka makanan dan minuman khas daerah yang bisa dinikmati sembari melepas lelah usai berkeliling situs sejarah.

Salah seorang pengunjung, Rendi, 23, mengatakan Benteng Van Der Capellen menawarkan pengalaman yang unik karena menggabungkan unsur wisata dan edukasi.

“Tentu ada banyak nilai sejarah yang bisa kita temukan saat berkunjung ke Benteng Van Der Capellen. Jadi bukan hanya berwisata, kita juga bisa mendapatkan informasi tentang sejarah Kota Batusangkar dan Tanahdatar,” ujarnya.

Benteng Van Der Capellen memiliki halaman yang luas yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai.
Benteng Van Der Capellen memiliki halaman yang luas yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai.

Rendi menambahkan, wisata sejarah di Tanahdatar tidak hanya berhenti pada Benteng Van Der Capellen. Ada banyak lokasi lainnya seperti Batu Batikam, Batu Basurek, Prasasti Saruaso, situs-situs megalitik, serta masjid tua yang tersebar di berbagai pelosok kabupaten.

“Sebagian besar lokasinya berdekatan, jadi kalaupun datang dari luar kota, tidak akan rugi. Karena bisa sekalian mengunjungi beberapa tempat sekaligus,” tutupnya. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Benteng Van Der Capellen #tanahdatar #batusangkar #kolonial belanda #wisata sejarah