Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengunjungi Bagindo Aziz Chan Youth Center: Lebih dari Gedung, jadi Ruang Tumbuh Generasi Kreatif

Novitri Selvia • Jumat, 3 Oktober 2025 | 11:30 WIB
TEMPAT FAVORIT: Gedung Youth Center menjadi tempat favorit bagi anak muda Kota Padang untuk bekerja dan mengerjakan tugas.
TEMPAT FAVORIT: Gedung Youth Center menjadi tempat favorit bagi anak muda Kota Padang untuk bekerja dan mengerjakan tugas.

PADEK.JAWAPOS.COM-Hiruk pikuk aktivitas anak muda tampak semakin terasa di Jalan Bagindo Aziz Chan, Padang. Sejak diresmikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu,

Sandiaga Uno pada 2022 lalu, gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center menjelma menjadi ruang favorit bagi generasi muda untuk berkreasi, berlatih, hingga belajar bersama. Seperti apa ceritanya?

Bangunan tiga lantai yang dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata Kota Padang ini tidak sekadar berfungsi sebagai wadah pelaku industri kreatif.

Lebih dari itu, Youth Center menjadi ruang bersama yang inklusif, mulai dari mahasiswa, pelajar, komunitas seni, hingga masyarakat umum bisa memanfaatkannya.

“Siapa saja bisa memanfaatkan ruang ini. Ada coworking space dengan fasilitas wifi gratis, ada pula ruangan lain untuk kegiatan akademisi maupun komunitas,” ujar Wira, Perwakilan Youth Center, beberapa waktu lalu.

Begitu memasuki bangunan, nuansa modern berpadu dengan suasana ramah langsung menyambut pengunjung. Di lantai pertama, tersedia ruang pameran (exhibition hall) yang sering digunakan untuk memamerkan karya seni dan produk kreatif lokal.

Tepat di sebelahnya, mini teater siap menampung pertunjukan kecil maupun pemutaran film komunitas.

Tidak berhenti di situ, terdapat pula galeri seni, ruang musik, studio podcast, ruang editing foto dan produk, hingga training room yang bisa dipakai untuk kegiatan formal maupun latihan komunitas.

“Semuanya bisa dimanfaatkan, baik untuk acara resmi, kegiatan kreatif, maupun sekadar latihan komunitas,” tambah Wira.

Tak heran, sejak awal peresmian hingga kini, tren pengunjung harian maupun mingguan terus meningkat. Youth Center seakan menjadi magnet baru bagi anak muda Padang.

Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, setidaknya ada empat yang dominan berkembang di Youth Center, yakni seni pertunjukan, fashion, kriya, dan kuliner. Namun, subsektor lain seperti musik, game, dan seni lukis juga menunjukkan perkembangan signifikan.

“Gedung ini sekaligus jadi ajang promosi, memperlihatkan bahwa Padang punya Youth Center yang bisa menopang perkembangan ekonomi kreatif,” tutur Wira.

Lebih jauh, Dispar Padang juga menargetkan Youth Center sebagai bagian dari program Jelajah Padang. Pada 2027 mendatang, Padang ditargetkan menjadi kota kreatif dunia di bidang gastronomi kuliner.

“Untuk itu, kita harus mengefektifkan fasilitas Youth Center sebagai ruang penunjang kegiatan gastronomi,” kata Wira optimistis.

Bagi para pengunjung, Youth Center bukan hanya soal fasilitas lengkap, tetapi juga kenyamanan. Lia, anggota sanggar tari The Queens, mengaku rutin menggunakan gedung ini untuk latihan.

“Pertama karena tempatnya nyaman dan mudah dijangkau. Fasilitasnya lengkap, ada mushala, minimarket, tempatnya bersih. Jadi latihan pun terasa lebih enak,” ungkap Lia.

Senada dengan Lia, El, anggota sanggar lain yang sering menggunakan Training Room 1, menilai Youth Center sangat membantu komunitas seni.

“Kalau ruang penuh, kami kadang dipindahkan ke mini teater. Harapannya, ke depan Youth Center tetap ramah dengan fasilitas gratis. Soalnya di tempat lain rata-rata berbayar,” ujarnya.

Kini, Bagindo Aziz Chan Youth Center bukan hanya berdiri sebagai bangunan fisik tiga lantai. Lebih dari itu, ia menjadi ruang berkumpul, ruang belajar, sekaligus ruang tumbuhnya generasi kreatif Kota Padang.

Dengan fasilitas lengkap, dukungan pemerintah, dan cita-cita besar menjadikan Padang sebagai kota kreatif dunia, Youth Center seolah menjawab kebutuhan generasi muda akan wadah berkreasi yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. (RAFIUL REFDI--Padang)

Editor : Novitri Selvia
#sandiaga uno #Bagindo Aziz Chan Youth Center Padang #pariwisata #ekonomi kreatif