Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Italia Batasi Wisatawan ke Venesia dan Florence, UNESCO Dukung Kebijakan Baru

Rafiul Refdi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 07:01 WIB

Italia mulai musim panas 2025 batasi jumlah wisatawan di Venesia dan Florence untuk cegah overtourism. (DW)
Italia mulai musim panas 2025 batasi jumlah wisatawan di Venesia dan Florence untuk cegah overtourism. (DW)
PADEK.JAWAPOS.COM--Pemerintah Italia resmi mengumumkan kebijakan baru untuk mengendalikan overtourism yang semakin membebani kota bersejarah seperti Venesia dan Florence.

Langkah ini mencakup pembatasan pengunjung harian, kenaikan pajak wisata, serta larangan perilaku turis yang dianggap merusak warisan budaya.

Kementerian Pariwisata Italia menyatakan, kebijakan tersebut merupakan upaya menyelamatkan situs warisan dunia UNESCO dari kerusakan permanen.

Menteri Pariwisata Italia, Daniela Santanchè, menegaskan bahwa beban pariwisata massal harus dikendalikan.

“Kita tidak bisa terus membiarkan kota-kota ini tenggelam di bawah beban pariwisata massal. Jika tidak dikendalikan, identitas sejarah Italia bisa hilang dalam satu generasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Roma.

Venesia Berlakukan Tiket Masuk dan Kuota Wisatawan

Mulai musim panas 2025, setiap wisatawan harian ke Venesia wajib membayar tiket masuk sebesar 10 euro per orang.

Tiket dapat dipesan secara daring dengan batas maksimal 30.000 pengunjung per hari—turun drastis dari rata-rata 80.000 kunjungan harian pada puncak musim 2023.

Florence Batasi Sewa Pendek dan Zona Wisata

Di Florence, pemerintah memperluas zona larangan wisata di kawasan permukiman warga.

Turis tidak lagi diizinkan menyewa apartemen jangka pendek melalui platform digital seperti Airbnb di area historis UNESCO.

“Kota ini bukan taman hiburan,” tegas Wali Kota Florence, Dario Nardella. “Florence harus tetap menjadi tempat tinggal bagi penduduk lokal, bukan sekadar destinasi foto.”

Dampak dan Dukungan Internasional

Laporan Reuters mencatat Italia menerima lebih dari 65 juta wisatawan internasional pada 2024, menempatkannya di posisi ketiga dunia setelah Prancis dan Spanyol.

Namun, lebih dari separuh wisatawan hanya berkunjung ke lima kota utama: Roma, Milan, Venesia, Florence, dan Napoli.

Lonjakan pengunjung tanpa kontrol telah menyebabkan kerusakan bangunan tua, penurunan kualitas udara, dan ledakan volume sampah. Kanal Venesia bahkan sering meluap akibat beban kapal wisata.

UNESCO sebelumnya mengancam mencabut status Venesia sebagai situs warisan dunia.

Namun setelah pengumuman kebijakan baru, lembaga tersebut memuji langkah Italia sebagai “komitmen yang terlambat namun penting” untuk menjaga keberlanjutan kota bersejarah.

Larangan dan Sanksi untuk Wisatawan

Selain pembatasan pengunjung, pemerintah juga memperkenalkan “Kode Etik Wisata” yang melarang perilaku tidak sopan.

Di Roma, wisatawan dilarang duduk di tangga Spanish Steps, makan di dekat air mancur Trevi, atau berenang di kanal publik. Pelanggar dapat didenda hingga 500 euro.

Di Venesia, penggunaan pengeras suara oleh pemandu wisata dan koper beroda besar di area sempit juga dilarang. Aturan ini bertujuan menjaga kenyamanan warga lokal dan melestarikan nilai sejarah kota.

Kembangkan Destinasi Alternatif

Pemerintah Italia menyiapkan dana khusus untuk mengembangkan destinasi wisata berkelanjutan di wilayah selatan seperti Puglia, Basilicata, dan Sardinia. Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan arus wisatawan secara merata.

“Kami ingin wisatawan datang bukan hanya untuk melihat Menara Pisa atau Colosseum, tetapi juga untuk mengenal Italia yang autentik,” kata Santanchè.

Kebijakan baru ini diyakini menjadi titik balik dalam pengelolaan pariwisata di Eropa. Negara lain seperti Spanyol dan Prancis dikabarkan sedang mempertimbangkan kebijakan serupa untuk menekan dampak sosial dan lingkungan dari pariwisata massal.

“Pariwisata harus menjadi kekuatan yang menjaga, bukan menghancurkan,” tutup Santanchè. “Langkah ini bukan akhir dari pariwisata Italia, melainkan awal dari era baru yang lebih bijak dan berkelanjutan.” (CC5)

Editor : Hendra Efison
#overtourism Venesia dan Florence #Pembatasan turis 2025 #Italia batasi wisatawan