Di ketinggian 4.500 meter di wilayah Ladakh, Hanle dikembangkan sebagai dark sky reserve atau kawasan langit gelap yang dilindungi, menjadikannya pusat astroturisme Hanle pertama di India.
Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah India dan lembaga astronomi nasional. Tujuannya, melestarikan langit malam sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Warga dilatih menjadi pemandu wisata astronomi atau astro-ambassador, mengenalkan konstelasi bintang, mitologi langit, dan cara pengamatan teleskop kepada wisatawan.
Sebanyak 25 warga, termasuk 18 perempuan, kini aktif memandu wisata malam. Wisatawan dapat menikmati panorama galaksi Bima Sakti hanya dengan membayar sekitar £1,70 per sesi.
Pendapatan digunakan untuk perawatan alat, penginapan, dan kegiatan sosial desa. Beberapa astro-ambassador juga membuka homestay sederhana agar wisatawan dapat menikmati suasana malam di dataran tinggi Himalaya.
Menurut laporan The Guardian, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi pariwisata berbasis komunitas di India. Keuntungan langsung dirasakan warga, bukan hanya investor besar.
Pemerintah juga menetapkan aturan ketat untuk menjaga kualitas langit, termasuk pembatasan lampu jalan dan larangan penggunaan lampu sorot tinggi pada malam hari.
Selain menjadi destinasi wisata, Hanle juga berfungsi sebagai pusat edukasi tentang polusi cahaya. Langkah ini mendukung konservasi satwa malam dan menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kami bangga menjadi penjaga langit,” ujar Sonam Dolma, salah satu astro-ambassador.
Sejak ditetapkan sebagai dark sky reserve pada 2022, jumlah wisatawan meningkat 30 persen. Dampaknya terasa pada pertumbuhan ekonomi lokal, terutama sektor penginapan dan kuliner.
Pemerintah Ladakh kini memperkuat infrastruktur menuju Hanle agar lebih ramah lingkungan.
Dengan kombinasi antara sains, budaya, dan konservasi, Hanle menjadi contoh sukses astroturisme berkelanjutan yang mengubah langit malam menjadi sumber kehidupan baru bagi warganya.(CC5)
Editor : Hendra Efison