Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

FGD UNP 2025 Ungkap Strategi Holistik Sport Tourism Mandeh Berbasis Ekonomi, Lingkungan dan Budaya

Heri Sugiarto • Sabtu, 15 November 2025 | 16:40 WIB
Pakar UNP dan pemangku kepentingan berdiskusi di FGD Mandeh 2025 untuk memetakan Sport Tourism sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.(Foto: Dok  UNP)
Pakar UNP dan pemangku kepentingan berdiskusi di FGD Mandeh 2025 untuk memetakan Sport Tourism sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.(Foto: Dok UNP)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, yang dijuluki "Raja Ampat dari Barat" di Sumatera Barat, tengah merumuskan strategi pengembangan Sport Tourism sebagai pilar baru pembangunan berkelanjutan.

Upaya tersebut telah dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) komprehensif sebagai bagian dari penelitian RKLI Universitas Negeri Padang (UNP) pada Mei 2025 lalu.

FGD diketuai oleh Prof. Dr. Eri Barlian, MS, pakar olahraga dan lingkungan, serta diikuti Dr. Siti Fatimah, M. Pd., M. Hum., Ketua Kajian Pariwisata, Heritage, Olahraga, dan Rekreasi UNP Padang.

Kegiatan ini juga diikuti anggota tim, yang terdiri dari Dr. Iswandi U, M.Si, Dr. Pudia M Indika, M.Kes, Dewi Rahmadani Siregar, M.Si, Dr. Haris Satria, M.Sn dan mitra penelitian dari UNNES yang diketuai Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd, dan anggota penelitian mitra Dr. Tommy Soenyoto, M.Pd, Dr. Adi S, M.Pd, Billy Castyana, M.S.M.

Penilaian Keberlanjutan Mandeh

Hasil analisis awal menggunakan metode Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) menunjukkan pengembangan Sport Tourism di Mandeh secara keseluruhan dinilai "Sesuai" (S2) dengan skor 167.

Ketiga pilar keberlanjutan memiliki hasil sebagai berikut:

Tujuh Isu Utama di Mandeh

Dari hasil FGD, tujuh kendala utama yang menghambat pengembangan Sport Tourism diidentifikasi:

  1. SDM pengelola yang kurang optimal

  2. Koordinasi antar stakeholder, termasuk pemerintah, operator, dan masyarakat, yang lemah

  3. Keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk lampu jalan yang belum memadai

  4. Penyelenggaraan event yang sporadis tanpa kalender terencana

  5. Belum adanya master plan pengembangan event berkelanjutan

  6. Dukungan sponsor dan partnership swasta yang minim

  7. Belum tersedianya skema investasi yang menarik bagi investor.

Strategi Prioritas Hasil FGD

Analisis lanjutan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) melibatkan 25 pakar dari struktur Pentahelix. Rekomendasi strategi prioritas:

Pengelolaan Holistik dan Pembangunan Berkelanjutan

FGD menegaskan pentingnya pengelolaan holistik, di mana ketiga pilar – ekonomi, lingkungan, dan sosial-budaya – dikelola secara terpadu.

Strategi operasional meliputi:

Dengan langkah ini, Mandeh diharapkan menjadi destinasi Sport Tourism unggulan di Sumatera Barat yang ekonomis, ramah lingkungan, dan berbasis budaya lokal, sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#pariwisata sumatera barat #unp #mandeh #siti fatimah #kawasan wisata mandeh #Sport Tourism Mandeh #Eri Barlian #investasi #pembangunan berkelanjutan