Tokoh Pariwisata Sumbar, M Zuhrizul, menyampaikan bahwa pencabutan status tanggap darurat di tingkat provinsi memberi harapan positif bagi pemulihan aktivitas wisata.
Menurutnya, sejumlah ruas jalan antar kabupaten/kota telah kembali terhubung, termasuk akses dari provinsi tetangga seperti Riau, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Utara yang tidak mengalami gangguan putus maupun kerusakan.
Zuhrizul menyebut kondisi tersebut membuat wisatawan bisa berkunjung ke Sumbar pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) maupun setelahnya.
Ia menegaskan bahwa banyak daerah wisata tidak terdampak bencana, seperti Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Bukittinggi, Tanahdatar, Limapuluh Kota, Sawahlunto, dan Sijunjung. Sementara Kota Padang, di kawasan pusat kota dan destinasi wisatanya juga tetap kondusif bagi wisatawan. Begitu pula dengan hotel dan restoran tetap beroperasi seperti biasanya.
"Penanganan akses lalu lintas penting seperti Jalan Sitinjau Lauik yang sebelumnya macet parah, kini mulai memberikan kenyamanan bagi pengendara berkat dukungan Pemprov, TNI dan Polri. Selain itu, jalur Padang-Bukittinggi melalui Lembah Anai juga telah dibuka untuk kendaraan roda empat dengan sistem waktu terbatas pukul 17.00 WIB hingga 08.00 WIB," jelasnya.
Meski demikian, Zuhrizul mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah nagari dan kelurahan di beberapa kabupaten/kota yang berada dalam tahap pemulihan.
Ia menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Sumbar tetap aman untuk dikunjungi karena lokasinya rata-rata bukan bukan merupakan destinasi wisata, kecuali kawasan Maninjau dan sekitarnya yang saat ini masih memerlukan perhatian khusus.
Zuhrizul juga mengingatkan pengunjung untuk senantiasa memperhatikan informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum melakukan perjalanan darat dan laut karena masih berpotensi cuaca ekstrem di akhir tahun ini.
"Mitigasi bencana penting bagi setiap pengunjung maupun pelaku wisata agar aman dan nyaman selama dalam perjalanan," imbaunya.
Zuhrizul berharap sektor pariwisata Sumbar kembali bangkit sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Semoga roda ekonomi masyarakat yang terganggu akibat bencana bisa kembali cepar pulih dan bangkit dengan kolaborasi semua pihak," harapnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto