Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Sedih Warong Pariaman Tutup Setelah 78 Tahun, Menteri Singapura Turun Tangan Temui Pemilik di Kampong Glam

Heri Sugiarto • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46 WIB

Warong Nasi Pariaman di Kampong Glam, Singapura, ikon kuliner Minang yang tutup akhir Januari setelah 78 tahun melayani lintas generasi.(Foto: FB Muhammad Faishal Ibrahim)
Warong Nasi Pariaman di Kampong Glam, Singapura, ikon kuliner Minang yang tutup akhir Januari setelah 78 tahun melayani lintas generasi.(Foto: FB Muhammad Faishal Ibrahim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Warong Pariaman, rumah makan nasi padang tertua di Singapura, telah resmi mengumumkan akan menutup operasional pada 31 Januari 2026, setelah 78 tahun melayani lintas generasi keluarga di kawasan Kampong Glam.

Mendengar berita ini, Pemangku Menteri Bertanggungjawab bagi Ehwal Masyarakat Islam Singapura, Assoc Prof Muhammad Faishal Ibrahim, mengunjungi keluarga pemilik warung untuk menyampaikan dukungan dan apresiasi atas kontribusi mereka selama ini.

“Tempat makan dekat Masjid Sultan ini telah menjadi tempat yang akrab di Kampung Glam, melayani generasi keluarga sejak 1948. Pengumuman mereka akan menutup pintu pada akhir bulan ini mengejutkan saya dan banyak orang Singapura,” kata Menteri yang Bertanggung Jawab atas Urusan Muslim Singapura itu melalui laman resmi media sosialnya.

Menteri Faishal Menyoroti Nilai Warong Nasi Pariaman

Assoc Prof Faishal menambahkan bahwa sejak pengumuman penutupan, banyak warga Singapura berbagi kenangan mereka tentang Warong Pariaman, memberikan dukungan, dan menyuarakan harapan agar warung ini bisa terus berlanjut.

“Bagi banyak keluarga, termasuk keluarga saya, kunjungan ke Kampung Glam selalu disertai singgah makan di sini. Nilai toko seperti Warong Nasi Pariaman benar-benar tak terukur di masyarakat kita,” ujar Faishal.

Menteri juga menyebutkan bahwa ia telah meminta rekan-rekannya di berbagai instansi pemerintah untuk terhubung dengan pemilik, guna memahami langkah apa yang dapat membantu mereka merencanakan masa depan warung tersebut.

“Saya berbagi dengan keluarga pemilik harapan agar mereka tahu bahwa mereka sangat dihargai, dan makanan mereka telah menjadi bagian dari banyak kenangan Singapura selama bertahun-tahun,” tuturnya.

Warong Pariaman, Ikon Kuliner Minang Sejak 1948

Berdasarkan National Library Singapore, Warong Pariaman beroperasi di 738 North Bridge Road, sudut North Bridge Road dan Kandahar Street, beberapa langkah dari Masjid Sultan.

Nasi padang di sini dikenal autentik, termasuk rendang daging tanpa ketumbar dan jintan, serta lauk khas lainnya seperti ikan bakar, kalio, dan ayam gulai.

Didirikan oleh Isrin pada 1948, warung ini diwariskan turun-temurun dan menjadi pelopor kuliner Minang di Singapura.

Generasi kedua keluarga, dipimpin Sudirman dan istrinya, melanjutkan usaha ini hingga kini. Proses memasak dimulai pukul 04.00, dan hidangan siap disajikan pada 10.00. Hari Jumat menjadi paling ramai karena berdekatan dengan Masjid Sultan.

Respons Publik dan Prestasi Rumah Makan

Setelah pengumuman penutupan, publik ramai membagikan kenangan mereka di media sosial. Beberapa komentar mengungkapkan kesedihan dan sekaligus rasa syukur atas pengalaman kuliner di warung ini.

Bahkan ada juga yang meminta pemerintah membantu terus bukanya rumah makan ini jika terkendala masalah operasional seperti sewa.

Apalagi, rumah makan ini sebelumnya pernah menerima Heritage Heroes Awards 2016 atas kontribusinya mempertahankan tradisi kuliner lokal.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Nasi Padang Singapura #Warong Pariaman #Muhammad Faishal Ibrahim #kampong glam #rumah makan tertua Singapura #singapura #kuliner minang