Penataan dilakukan pada ruas jalan dari kawasan Padang Old Town hingga menuju klenteng lama di kawasan Kota Tua.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan pengaspalan jalan akan diganti dengan material bernuansa kawasan heritage.
“Nantinya jalan tersebut tidak lagi dibalut aspal, tetapi akan diisi dengan batu alam maupun paving blok,” kata Tri Hadiyanto, Jumat (30/1/2026)
Ia menjelaskan, Detail Engineering Design (DED) revitalisasi Kota Tua Padang telah tersedia sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.
Berdasarkan DED tersebut, kawasan Kota Tua akan diremajakan agar lebih tertata dan nyaman dikunjungi wisatawan.
Tri menyebut revitalisasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata perkotaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indrasyani, menyatakan pihaknya mendukung revitalisasi Kota Tua melalui penataan bangunan bersejarah.
Ia mengatakan terdapat 19 bangunan cagar budaya di kawasan Kota Tua yang direncanakan akan dicat ulang.
“Saat ini kami berupaya mencari donatur yang bersedia mengecat bangunan cagar budaya di Kota Tua,” ujar Yudi Indrasyani.
Menurutnya, penataan jalan dan pembaruan tampilan bangunan cagar budaya diharapkan dapat memperkuat identitas kawasan Kota Tua Padang sebagai destinasi wisata sejarah.(*)
Editor : Hendra Efison