Berkunjung ke sini, kita merasa berada di "negeri di atas awan". Pagi hari, pengunjung yang menginap akan disuguhi sensasi awan pagi dan terbitnya matahari. Sore hari ditutup dengan sunset yang merupakan perpaduan panorama Danau Maninjau dan Samudera Hindia.
Owner Lawang Park, M. Zuhrizul, menyampaikan bahwa kawasan ini juga terbuka bagi wisatawan yang datang hanya untuk menikmati suasana alam dan full view Danau Maninjau serta sunset pada sore hari.
Lawang Park cocok untuk keluarga, rombongan, dan perusahaan, baik untuk gathering maupun outbound training dengan paket 1 malam hingga 4 malam.
Selain panorama danau, Lawangpark memiliki paket wisata desa seperti perkebunan tebu, kopi, sawah ladang, serta mandi di pemandian alami Pincuran Gadang.
Pengunjung juga dapat trekking ke tujuh air terjun dengan perjalanan hingga Nagari Bayua, atau menikmati tandem paralayang dengan titik lepas landas dari Lawang Park, landing di tepi Danau Maninjau, atau top landing jika kondisi udara memungkinkan.
Lawang Park juga mendukung kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan, dengan aula berkapasitas hingga 200 orang serta penginapan berkapasitas 200 orang ditambah ekstra bed.
"Untuk makanan, kawasan ini menawarkan kuliner tradisional yang dilengkapi paket BBQ seperti jagung bakar, kambing guling, dan api unggun yang menambah suasana keakraban keluarga maupun instansi," kata Zuhrizul.
Tiket masuk kawasan wisata ditetapkan Rp25.000 per orang. Untuk menginap, tarif paket berkisar dari Rp300.000 per orang hingga Rp1.200.000 per orang untuk kebutuhan training.(*)
Editor : Heri Sugiarto