Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Alek Batagak Panghulu Nagari Gurun Digelar Juli 2026, Siap Jadi Magnet Wisata Budaya Minangkabau

Heri Sugiarto • Senin, 4 Mei 2026 | 18:22 WIB
Panitia bersiap menyukseskan Alek Batagak Panghulu 2026 sebagai sinergi adat Minangkabau dan pariwisata budaya.(Foto: Panitia)
Panitia bersiap menyukseskan Alek Batagak Panghulu 2026 sebagai sinergi adat Minangkabau dan pariwisata budaya.(Foto: Panitia)

PADEK.JAWAPOS.COM-Panitia Alek Batagak Panghulu Nagari Gurun, Kabupaten Tanahdatar, Sumbar, menyatakan kesiapan untuk menyinergikan pelaksanaan alek adat tersebut dengan pariwisata. 

Agenda budaya yang akan digelar pada 9–12 Juli 2026 itu diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan internal kaum, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat dinikmati masyarakat luas dan wisatawan.

Ketua Panitia, Irwan Datuak Paduko Boso, menyampaikan bahwa Alek Batagak Panghulu di Nagari Gurun memiliki nilai historis dan adat yang kuat, sekaligus menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan masyarakat hukum adat Minangkabau.

“Alek batagak panghulu ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga peneguhan kembali nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Irwan dalam keterangan tertulis yang diterima Padek Jawapos, Senin (4/5/2026).

Tradisi Berusia Panjang dan Siklus Adat

Dalam catatan adat Nagari Gurun, pelaksanaan baralek panghulu memiliki siklus panjang, sekitar 30 hingga 15 tahun. Sejumlah pelaksanaan sebelumnya tercatat pada tahun 1933, 1966, 1999, dan 2011, sehingga agenda tahun 2026 menjadi kelanjutan dari siklus adat tersebut.

Lebih dari sekadar prinsip “patah tumbuah hilang baganti”, alek ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kembali legitimasi adat serta meluruskan kembali catatan sejarah yang dianggap perlu ditinjau ulang, termasuk praktik pada masa kolonial yang dikenal dengan istilah panghulu basurek.

“Momentum ini kita jadikan untuk kembali merujuk kepada tambo, ranji tasurek, dan ranji alam sebagai dasar kebenaran adat,” tegasnya.

Pengangkatan Panghulu dan Mekanisme Adat

Panitia menegaskan bahwa proses pengangkatan panghulu merupakan supakaik kaum, bukan keputusan sepihak lembaga.

Dalam pelaksanaannya, panitia bersama Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Gurun akan mengumumkan secara terbuka bakal calon panghulu yang akan dilewakan, serta memberikan ruang sanggahan sesuai mekanisme adat.

“Karapatan adat bukan pengadilan untuk menentukan siapa yang berhak, tetapi memfasilitasi agar gala yang sempat tertunda atau ‘tabanam’ dapat kembali ditegakkan, mambangkik batang tarandam,” jelas Irwan.

KAN: Momentum Penguatan Adat dan Keterlibatan Perantau

Ketua KAN Nagari Gurun, Dr. H. Febby Dt. Bangso, S.H., S.ST.Par., M.Par., QRGP, CFA, mengapresiasi persiapan panitia yang dinilai matang dan terstruktur.

Ia menegaskan bahwa Alek Batagak Panghulu merupakan bagian dari program kerja KAN dalam memperkuat regulasi adat nagari.

“Ini bagian dari program kerja KAN, termasuk penyelesaian Pernag Adat Salingka Nagari serta pelaksanaan alek panghulu yang diusulkan oleh keluarga calon panghulu di Gurun ampek jorong,” ujarnya.

Ia juga menilai sinergi dengan sektor pariwisata sebagai langkah strategis yang dapat membuka ruang lebih luas bagi masyarakat luar untuk mengenal adat Minangkabau secara langsung.

Penetapan jadwal sejak jauh hari, menurutnya, memberi kepastian bagi masyarakat dan perantau untuk merencanakan kehadiran.

Dorongan Wisata Budaya dan Ajakan Pulang Basamo

KAN Nagari Gurun juga mengajak perantau untuk pulang basamo dan meramaikan rangkaian alek adat tersebut.

Pelaksanaan yang bertepatan dengan masa libur sekolah dinilai menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan generasi muda pada struktur kekerabatan Minangkabau seperti mamak, amai, dan bako.

“Ini bukan hanya alek, tapi ruang memperkenalkan kembali hubungan kekerabatan dan nilai adat di kampung halaman. Mari pulang kampung dan kunjungi Nagari Gurun,” pungkasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Alek Batagak Panghulu #KAN Gurun #Nagari Gurun #adat minangkabau #pariwisata budaya