PADEK.JAWAPOS.COM-Kota Bukittinggi bersiap menjadi pusat perhatian dunia dengan pelaksanaan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang akan berlangsung pada 3–7 Juni 2026.
Festival tahun ini menjadi spesial karena bertepatan dengan 100 tahun Jam Gadang, ikon bersejarah Sumatera Barat.
Ketua Panitia IMLF, Sastri Yunizarti Bakry, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi gerakan strategis untuk memperkuat posisi budaya Minangkabau di pentas dunia.
“Kita ingin menyuarakan Minangkabau ke panggung dunia. Selama ini dunia lebih mengenal Bali, kini saatnya mereka melihat kekayaan ornamen, literasi, dan nilai budaya Sumatera Barat,” ujar Sastri dalam sesi bincang media di Sekretariat IMLF-4/Satupena Sumbar, Sabtu (9/5/2026).
Antusiasme masyarakat internasional terhadap IMLF terus meningkat. Jika pada edisi perdana tahun 2023 hanya diikuti 12 negara, kini jumlah partisipan melonjak menjadi 35 negara dengan kehadiran 250 delegasi internasional.
Delegasi tersebut terdiri dari 250 penulis, sastrawan, akademisi, hingga seniman. Sejumlah Duta Besar dari Belanda, Bulgaria, Rusia, dan Inggris juga dijadwalkan hadir sehingga menambah bobot festival ini.
"IMLF ke-4 akan menghadirkan berbagai program literasi dan seni berskala internasional. Festival ini dibuka di Stasiun Kereta Api Padang dan mencapai puncaknya di bawah Jam Gadang," jelas Sastri.
Agenda utama IMLF 4 meliputi Seminar internasional, workshop kreatif, peluncuran buku, pameran literasi dan seni, pertunjukan puisi dan musik, wisata budaya serta International Jam Gadang Fun Run 2026 yang akan diikuti ribuan peserta, termasuk sejumlah menteri.
Meski festival ini diselenggarakan secara mandiri tanpa anggaran khusus panitia, dukungan mengalir deras dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemko Bukittinggi, kementerian terkait, hingga Balai Bahasa.
“Para pembicara internasional yang hadir adalah pakar ekonomi kreatif dan kebudayaan. Mereka datang karena kecintaan terhadap literasi Indonesia,” ungkap Sastri.
IMLF ke-4 diharapkan semakin mengokohkan Bukittinggi sebagai pusat literasi dan kebudayaan Minangkabau di mata dunia.
"Festival ini juga menjadi perayaan inklusif menyambut 100 tahun Jam Gadang, simbol kota wisata utama Sumatera Barat yang kini semakin dikenal dalam peta literasi global," kata Sastri.(*)
Editor : Heri Sugiarto