Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Investasi Rp2,2 Triliun Masuk Padang, Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai Bakal Dibangun

Heri Sugiarto • Kamis, 11 Juni 2026 | 21:07 WIB
Wali Kota Padang Fadly Amran menyaksikan penandatanganan MoU investasi Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai.(Foto: Diskominfo)
Wali Kota Padang Fadly Amran menyaksikan penandatanganan MoU investasi Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai.(Foto: Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM-Wali Kota Padang Fadly Amran menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) rencana kerja sama investasi dan pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi realisasi investasi senilai Rp2,2 triliun di Kecamatan Koto Tangah.

Proyek itu mencakup pembangunan tiga hotel, lapangan golf, serta sejumlah fasilitas pendukung yang diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh pemilik lahan Fauzi Bahar bersama Direktur PT Tasake Indo Service (DAP 69) Dede Mulyana, Direktur PT Nusa Indah Permata Muhammad Yunus, dan Direktur PT Win Sekawan Utama Syafri.

Dalam kesempatan itu, Fadly Amran menegaskan Pemerintah Kota Padang membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha yang ingin menanamkan modal di daerah tersebut.

Menurut Fadly, investasi berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penurunan angka pengangguran, dan penciptaan lapangan kerja baru.

Fadly mengungkapkan realisasi investasi di Kota Padang sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp4,5 triliun, yang berasal dari penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing.

"Sektor hotel dan restoran menjadi salah satu penyumbang terbesar investasi di Kota Padang," ujar Fadly Amran.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Padang mendukung penuh pembangunan kawasan wisata terpadu tersebut agar segera memasuki tahap groundbreaking.

"Kami mendukung penuh pembangunan kawasan wisata terpadu Padang Sarai ini dan berharap segera memasuki tahap groundbreaking. Pemerintah Kota Padang akan memberikan kemudahan investasi sesuai kebutuhan dan ketentuan peraturan daerah yang berlaku," katanya.

Fadly juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang tengah mempersiapkan diri menuju Kota Gastronomi UNESCO. Status tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kota Padang.

Direktur PT Tasake Indo Service (DAP 69) Dede Mulyana mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang terhadap rencana investasi tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah mendukung investasi ini. Kami berharap pembangunan yang dirancang dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Padang," ujar Dede.

Dede menjelaskan perusahaannya saat ini juga mengembangkan kawasan wisata terpadu di Tasikmalaya yang mencakup berbagai fasilitas, termasuk rumah sakit dan kawasan perkantoran.

Sementara itu, Fauzi Bahar berharap proyek tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang, terutama terkait perizinan dan infrastruktur pendukung.

"Kami membutuhkan dukungan dari Bapak Wali Kota, baik berupa kemudahan perizinan maupun dukungan infrastruktur. Nilai investasi yang akan direalisasikan mencapai Rp2,2 triliun, meliputi pembangunan tiga hotel, lapangan golf, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya," kata Fauzi Bahar.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Investasi Pariwisata #Wisata Terpadu Padang Sarai #PT Tasake Indo Service #fadly amran #Fauzi Bahar