Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lamang Tapai Uni Tina, Kuliner Tradisional Minangkabau yang Bertahan dengan Cita Rasa Turun-Temurun

Heri Sugiarto • Sabtu, 4 Juli 2026 | 10:40 WIB
Uni Tina menyiapkan lamang tapai khas Minangkabau di Padang, kuliner tradisional warisan keluarga yang tetap terjaga cita rasanya.(Diskominfo)
Uni Tina menyiapkan lamang tapai khas Minangkabau di Padang, kuliner tradisional warisan keluarga yang tetap terjaga cita rasanya.(Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM – Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern, Martina atau yang akrab disapa Uni Tina tetap mempertahankan usaha lamang tapai sebagai warisan kuliner Minangkabau yang telah diwariskan keluarganya secara turun-temurun.

Dari rumah usahanya di Seberang Padang Utara RT 07 RW 04, Kota Padang, perempuan berusia 40 tahun itu terus menjaga cita rasa khas yang menjadi kepercayaan pelanggan selama bertahun-tahun.

Usaha Lamang Tapai Uni Tina merupakan kelanjutan dari usaha orang tuanya yang telah dirintis sejak lama. Selama kurang lebih 10 tahun terakhir, Uni Tina mengembangkan usaha tersebut secara mandiri di lokasi yang kini menjadi tempat produksi sekaligus penjualan lamang tapai.

"Saya memilih usaha lamang tapai ini karena ingin meneruskan usaha orang tua. Usaha ini memang sudah turun-temurun dari keluarga," ujar Uni Tina di Padang, Jumat (3/7/2026).

Bagi Uni Tina, lamang tapai bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya Minangkabau yang perlu terus dilestarikan. Karena itu, ia berkomitmen menjaga kualitas produk agar tetap diminati masyarakat.

Lamang Tapai Uni Tina memiliki ciri khas pada tekstur lamang yang lembut dengan cita rasa santan yang tetap gurih.

Selain lamang original, ia juga menyediakan beberapa varian, seperti lamang baluo, lamang pisang, dan lamang pulut hitam untuk memenuhi selera pelanggan.

"Lamang di tempat kami teksturnya lembut dan rasa santannya tetap terasa. Kami juga menyediakan beberapa variasi lamang untuk memenuhi selera pelanggan," katanya.

Menjaga kualitas rasa menjadi prinsip yang tidak pernah ditinggalkan, meskipun harga bahan baku terus mengalami kenaikan. Menurut Uni Tina, kualitas produk harus tetap dipertahankan sebagai bentuk komitmen kepada pelanggan.

"Walaupun harga bahan baku naik, rasa tetap kami jaga dan tidak pernah berubah. Itu yang menjadi komitmen kami kepada pelanggan," ujarnya.

Selain mempertahankan kualitas produk, Uni Tina juga terus mengembangkan usahanya melalui pembinaan dari pelaku UMKM di Kecamatan Padang Selatan. Pendampingan tersebut membantu memperluas pemasaran dan promosi produk sehingga semakin dikenal masyarakat.

"Kami dibina oleh UMKM Padang Selatan. Alhamdulillah, mereka selalu membantu dalam pemasaran dan promosi produk lamang tapai kami ke berbagai tempat, termasuk saat ada kegiatan atau acara tertentu," tuturnya.

Melalui konsistensi menjaga cita rasa dan dukungan pembinaan UMKM, Uni Tina berharap Lamang Tapai Uni Tina dapat terus berkembang sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan kuliner tradisional Minangkabau agar tetap dikenal oleh generasi mendatang. (*)

Editor : Heri Sugiarto
#Lamang Tapai Uni Tina #Lamang Tapai Padang #Kuliner tradisional Padang #UMKM kuliner Padang #kuliner khas minangkabau