Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nofrins: Kapal Penyeberangan Harian Jadi Kebutuhan Mendesak untuk Percepat Kemajuan Mentawai

Hendra Efison • Rabu, 8 Juli 2026 | 16:05 WIB

 

Pegiat pariwisata Indonesia, Nofrins, menilai peningkatan konektivitas transportasi menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan pariwisata dan investasi di Kepulauan Mentawai.
Pegiat pariwisata Indonesia, Nofrins, menilai peningkatan konektivitas transportasi menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan pariwisata dan investasi di Kepulauan Mentawai.

PADEK.JAWAPOS.COM– Pegiat pariwisata Indonesia, Nofrins, menilai belum tersedianya layanan kapal penyeberangan setiap hari dari Padang menuju Kepulauan Mentawai masih menjadi hambatan dalam mendorong pertumbuhan pariwisata, investasi, dan mobilitas masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses menjadi syarat penting agar potensi besar yang dimiliki Mentawai dapat berkembang lebih cepat.

"Kita berharap ke depan ada terobosan baru di sektor transportasi. Akses yang lebih mudah akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat dan mempercepat perkembangan Mentawai," kata Nofrins, Rabu (8/7/2026).

Ia mengatakan keterbatasan jadwal kapal tidak hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga memengaruhi aktivitas pendidikan, dunia usaha, hingga kunjungan berbagai lembaga.

Sebagai contoh, kunjungan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) beserta rombongan ke Mentawai untuk menemui calon mahasiswa yang lolos ke ITB harus menyesuaikan jadwal kapal penyeberangan. Kondisi itu membuat ruang gerak menjadi terbatas.

Menurut Nofrins, persoalan konektivitas perlu mendapat perhatian karena Mentawai telah memiliki modal besar sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.

Selama ini, Mentawai dikenal sebagai salah satu tujuan selancar terbaik di dunia. Namun, daerah kepulauan di barat Sumatera itu juga memiliki pantai berpasir putih, kawasan mangrove, deretan pohon kelapa, kekayaan hasil laut, serta budaya masyarakat adat yang menjadi daya tarik wisata.

Akses Transportasi Dinilai Berpengaruh terhadap Investasi

Nofrins menilai keterbatasan akses transportasi ikut memengaruhi masuknya investasi ke Mentawai. Mobilitas yang belum sepenuhnya lancar membuat peluang pengembangan berbagai sektor belum berjalan optimal.

Menurutnya, Mentawai masih membutuhkan tambahan hotel dan resort yang dilengkapi fasilitas ruang pertemuan. Kehadiran fasilitas tersebut dapat membuka peluang penyelenggaraan rapat kementerian, kegiatan pemerintah, konferensi, maupun company gathering.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai telah menyatakan komitmennya untuk mempermudah investasi. Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana sebelumnya menegaskan pemerintah daerah siap mempercepat proses perizinan sebagai bentuk dukungan terhadap masuknya investasi.

Pemerintah daerah juga menegaskan pelayanan publik harus berlangsung secara bersih, transparan, dan profesional serta tidak memberi ruang bagi praktik pungutan liar.

Potensi Besar Perlu Dukungan Konektivitas

Nofrins menilai Mentawai memiliki peluang berkembang sebagai destinasi yang tidak hanya dikenal oleh peselancar, tetapi juga wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya.

"Mentawai bukan hanya surga dan ibu kota dunia bagi para peselancar. Mentawai juga merupakan surga bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya ciptaan Tuhan," ujarnya.

Ia berharap peningkatan konektivitas transportasi dapat memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat sektor pariwisata, menarik investasi, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi Kepulauan Mentawai.(*)

Editor : Hendra Efison
#kapal penyeberangan Mentawai #investasi Mentawai #Nofrins #Pariwisata Mentawai #mentawai