LUBUK MINTURUN, PADEK.JAWAPOS.COM— Angin sepoi-sepoi berembus di sepanjang Jalan Pondok Kayu Lubuk Lukum, RT 03/RW 11 Balai Gadang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (8/8/2026).
Di kawasan Pemandian Lubuk Lukum, suasana terlihat lebih tenang dibandingkan sebelum galodo atau banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada akhir November 2025.
Di tengah perubahan kawasan itu, sejumlah usaha kuliner mulai kembali beroperasi. Salah satunya Cafe Abak Lubuk Lukum yang dibangun kembali setelah bangunan sebelumnya rusak akibat terjangan banjir bandang.
Pengelola Cafe Abak Lubuk Lukum, Zuridawati (43), mengatakan kunjungan wisatawan belum seramai sebelum bencana. Perempuan yang akrab disapa Adek itu kini kembali menjalankan usahanya dari bangunan yang dibangun dari awal.
Bangunan Kafe Dibangun Kembali
Galodo tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi warga, tetapi juga merusak sarana dan prasarana di kawasan Pemandian Lubuk Lukum.
Cafe Abak menjadi salah satu usaha yang terdampak langsung. Bangunan yang sebelumnya berdiri di lokasi tersebut tidak lagi dapat digunakan setelah diterjang material banjir.
Kini, bangunan baru menjadi tempat Adek kembali melayani pengunjung. Keputusan membangun kembali usaha tersebut dilakukan untuk mempertahankan sumber penghidupan sekaligus menyambut wisatawan yang datang ke kawasan wisata itu.
Namun, kondisi kawasan setelah bencana tidak sepenuhnya sama. Perubahan paling terlihat terdapat pada aliran sungai yang sebelumnya melintas di depan deretan kafe dan lapak pedagang.
Setelah galodo, jalur aliran air bergeser dan area yang sebelumnya dilalui sungai kini tertutup hamparan pasir serta batu kerikil.
Perubahan tersebut turut memengaruhi aktivitas wisata air di sekitar Cafe Abak. Pengunjung tidak lagi dapat langsung berenang di depan kafe seperti sebelum bencana.
Untuk mencapai lokasi yang dapat digunakan untuk berenang, wisatawan kini harus berjalan sekitar 100 hingga 200 meter dari area kafe.
Tetap Menyiapkan Fasilitas untuk Pengunjung
Meski kondisi kawasan berubah, Cafe Abak tetap beroperasi dengan menyediakan sejumlah menu dan fasilitas bagi wisatawan.
Pengunjung dapat menikmati hidangan rumahan, gorengan, kopi, es teh, serta berbagai minuman lainnya. Pengelola juga menyediakan tempat karaoke keluarga untuk pengunjung yang ingin bersantai.
Fasilitas musala tersedia di sekitar area kafe sehingga pengunjung dapat menunaikan ibadah selama berada di lokasi.
Bagi Adek, keberadaan kembali usaha kuliner di kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya warga untuk menjalankan aktivitas ekonomi setelah bencana.
Ia berharap penanganan dampak banjir dan perbaikan infrastruktur di Kecamatan Koto Tangah dapat segera diselesaikan secara menyeluruh.
Menurutnya, kondisi kawasan yang kembali tertata diharapkan dapat mendorong wisatawan datang lagi ke Pemandian Lubuk Lukum.
Harapan itu menjadi bagian dari perjuangan pelaku usaha untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi yang sempat terdampak setelah galodo.
Kini, Cafe Abak kembali menerima pengunjung dengan kondisi kawasan yang telah berubah. Di tengah pemulihan tersebut, pengelola berharap suasana Pemandian Lubuk Lukum perlahan kembali ramai seperti sebelum bencana.(***)
Editor : Hendra Efison