Tabiang Barasok Masuk 30 Besar WIA 2026, Pengembangan Wisata Masih Andalkan Gotong Royong

Dian Nurul Haq • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:35 WIB
Anak-anak bermain di area depan objek wisata Tabiang Barasok, kawasan Lapau Batu, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi.
Anak-anak bermain di area depan objek wisata Tabiang Barasok, kawasan Lapau Batu, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi.

PADEK.JAWAPOS.COM— Kampung Wisata Tabiang Barasok masuk 30 besar Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026, setelah hampir dua tahun dikembangkan dengan mengandalkan gotong royong masyarakat setempat. Pengelola masih mengembangkan berbagai fasilitas secara bertahap karena keterbatasan dana.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tabiang Barasok, Anton, mengatakan masyarakat rutin bergotong royong membangun dan mengembangkan kawasan wisata tersebut. Warga yang terlibat masih bekerja tanpa mengharapkan upah.

“Dari awal sampai kini, kami masih gotong royong. Setiap hari masyarakat ikut bekerja tanpa mengharapkan gaji,” kata Anton.

Pengembangan Wisata Tabiang Barasok Bertahap

Anton mengatakan keterbatasan dana menjadi salah satu kendala dalam pengembangan Tabiang Barasok. Pemasukan dari penjualan tiket masih diputar kembali untuk menambah dan memperbaiki fasilitas kawasan wisata.

Sejumlah fasilitas sudah tersedia, seperti dua musala, lapangan, area outbound, area camping, kafe dan tempat bagi pelaku UMKM. Pengelola mengembangkan fasilitas tersebut secara bertahap sesuai kemampuan dana.

“Kami fokus mengembangkan kemampuan yang ada dulu. Apa yang kita dapat sekarang, itu yang dilakukan,” ujarnya.

Untuk menekan biaya pembangunan, pengelola memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar kawasan. Sejumlah bangunan menggunakan bambu yang banyak ditemukan di lokasi, sedangkan pengelola membeli kebutuhan tertentu seperti paku dan cat.

Anton mengatakan pengelola sebelumnya mengajukan proposal untuk mendapatkan dukungan pendanaan. Namun, hingga kini belum ada bantuan dana pemerintah yang terealisasi untuk pengembangan Tabiang Barasok.

Pada masa awal pembangunan, dukungan justru datang dari para perantau. Mereka memberikan bantuan secara swadaya untuk kebutuhan pembangunan, termasuk membeli bahan bakar alat berat.

Setelah kawasan mulai memperoleh pemasukan dari tiket, pengelola berupaya mengembangkan destinasi secara mandiri. Namun, pemasukan tersebut belum cukup untuk membiayai pengembangan fasilitas dalam skala besar.

Tabiang Barasok Masuk 30 Besar WIA 2026

Di tengah keterbatasan tersebut, Tabiang Barasok masuk 30 besar WIA 2026. Anton mengatakan capaian itu bukan target utama pengelola sejak awal.

Keikutsertaan dalam ajang tersebut berawal dari dorongan tokoh pariwisata Sumatera Barat, Abdi. Pengelola kemudian mengikuti proses seleksi untuk mengukur kesiapan destinasi berdasarkan persyaratan yang ditetapkan.

“Kami tidak mengejar menang. Kami mencoba ikut untuk menguji diri sendiri, apakah persyaratan yang ada sudah kami punya atau belum,” jelasnya.

Masuk nominasi WIA 2026 turut meningkatkan jumlah pengunjung Tabiang Barasok. Anton menyebut kunjungan meningkat sekitar 30 persen setelah destinasi tersebut masuk nominasi.

Menurutnya, banyak pengunjung datang karena penasaran dengan destinasi yang mulai dikenal melalui WIA 2026. Kondisi tersebut menjadi tambahan perhatian bagi pengelola di tengah keterbatasan pengembangan kawasan.

Anton berharap capaian Tabiang Barasok membuka perhatian pemerintah, swasta dan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan destinasi. Ia menilai masyarakat sudah bekerja secara gotong royong selama hampir dua tahun.

“Ini kerja keras masyarakat selama dua tahun dengan gotong royong. Kami berharap ada pihak yang mau membantu mendukung kampung ini,” katanya.

Ia juga berharap masyarakat yang selama ini terlibat dalam pengembangan dapat menikmati hasil dari pertumbuhan kawasan wisata. Menurut Anton, gotong royong tidak bisa menjadi satu-satunya cara untuk mengembangkan destinasi dalam jangka panjang.

“Kami ingin ke depan mereka juga menikmati hasilnya. Tidak selamanya mereka gotong royong selama bertahun-tahun,” tutupnya. (mg10)

Editor : Hendra Efison
Tabiang Barasok WIA 2026 wisata Tabiang Barasok Kampung Wisata Wonderful Indonesia Awards