Bukan Hanya Ombak, Mentawai Kenalkan Budaya Sikerei dan Kuliner Ulat Sagu di BIM

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:34 WIB
Pameran Mentawai Surf & Soul di Bandara Internasional Minangkabau memperkenalkan budaya Sikerei, seni tato tradisional, kuliner ulat sagu, dan produk UMKM Mentawai. (Foto: Istimewa)
Pameran Mentawai Surf & Soul di Bandara Internasional Minangkabau memperkenalkan budaya Sikerei, seni tato tradisional, kuliner ulat sagu, dan produk UMKM Mentawai. (Foto: Istimewa)

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner tradisional, dan produk dari 20 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Pameran UKM dan Kebudayaan bertajuk Mentawai Surf & Soul di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, Rabu (14/10/2026).

Pameran tersebut menghadirkan pertunjukan tarian dan alat musik tradisional oleh Sikerei Mentawai, demonstrasi seni tato khas Mentawai, kuliner tradisional ulat sagu, serta stan UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal.

Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terlaksana melalui gotong-royong dengan InJourney Airport dan General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono.

Mengusung tema Mentawai Surf & Soul, pameran ini dirancang sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan kekayaan budaya Mentawai kepada pengunjung bandara.

Konsep tersebut memadukan daya tarik wisata selancar dengan kearifan lokal dan tradisi masyarakat adat Mentawai.

Melalui pendekatan ini, pengunjung dapat mengenal Mentawai tidak hanya melalui potensi wisata selancarnya, tetapi juga melalui seni dan kehidupan budaya masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai sebelumnya telah memperkenalkan Surf and Soul sebagai identitas utama promosi pariwisata daerah pada Mei 2026.

Rangkaian kegiatan di BIM diawali dengan seremoni pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan talk show mengenai pariwisata. Diskusi tersebut menghadirkan Bupati Kepulauan Mentawai, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, serta General Manager BIM sebagai pembicara.

"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berharap promosi budaya dan pariwisata daerah dapat menjangkau lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara," kata Rinto Wardana dalam keterangan yang diterima Padek, Rabu (14/10/2026).

Pameran tersebut diharapkannya, juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal melalui pengenalan produk-produk unggulan Mentawai kepada pengunjung bandara. (*)

Editor : Heri Sugiarto
Sikerei ulat sagu Mentawai Surf & Soul Budaya Mentawai