PADEK.JAWAPOS.COM- Di tengah arus deras tantangan global dan stagnasi kepemimpinan lokal, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Pasaman Barat menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX pada Sabtu (19/7) di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat.
Dengan mengusung tema “Merawat IMM, Memajukan Pasaman Barat”, forum ini menjadi ajang konsolidasi gagasan dan regenerasi kepemimpinan muda yang tidak hanya bersuara, tapi juga siap bertindak.
Musycab ini tak sekadar forum organisasi. Ia menjadi panggung strategis bagi IMM untuk menegaskan kembali posisi mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial.
Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, Pimpinan Muhammadiyah Pasbar, DPD IMM Sumbar, tokoh ‘Aisyiyah, organisasi mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan. IMM Awards yang diberikan dalam forum ini menjadi sorotan tersendiri.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menerima penghargaan sebagai Tokoh Publik Peduli IMM. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi pesan penting mengenai kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa adalah keniscayaan jika daerah ingin melangkah lebih maju.
“IMM jangan hanya hadir sebagai pengkritik, tapi juga penyuplai gagasan. Jangan pernah menjadi budak keadaan, apalagi hanya jadi penonton di tanah sendiri,” tegas Yulianto dalam pidatonya.
Bupati juga menyerukan pentingnya menyiapkan generasi emas Indonesia yang tak mudah diprovokasi konflik dan perpecahan, melainkan mampu memimpin dan menciptakan solusi.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pasbar, Ronaldi, menyampaikan empat pesan kunci untuk IMM yakni perkuat keimanan dan ketakwaan, tingkatkan kapasitas intelektual dan kepemimpinan, rawat solidaritas dan jejaring strategis, dan jadilah pelopor, bukan pengekor, dalam setiap perubahan.
Dari level provinsi, Ketua DPD IMM Sumbar, Egi Wiransah, menyatakan bahwa Musycab bukan hanya rutinitas, tapi titik transformasi organisasi.
Ia menekankan bahwa IMM memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penyeimbang, pengontrol, sekaligus mitra kritis dalam pembangunan.
“IMM harus tetap menjadi panutan dan tidak kehilangan identitas kritisnya. Tapi kritik yang disampaikan harus dibarengi solusi, bukan sekadar oposisi,” ujarnya.
Ketua Umum PC IMM Pasbar periode 2023–2025, Alwi Septian Nasution, mempertegas arah gerak IMM Pasbar yang tidak lagi puas hanya sebagai penonton, tetapi sebagai aktor utama dalam dinamika sosial, politik, dan pembangunan daerah.
“IMM hadir dalam setiap denyut nadi Pasbar. Kami akan terus bersuara, memberi kritik yang membangun, dan ikut turun tangan mencari solusi. Musyawarah ini bukan hanya pemilihan ketua, tapi penegasan bahwa mahasiswa tak akan diam di tengah ketimpangan,” ujarnya lugas. (roy)
Editor : Novitri Selvia