Pantauan Padang Ekspres pada Minggu (28/12/2025) siang, aktivitas pengunjung di sejumlah titik keramaian pantai cenderung berkurang. Hujan yang kerap turun mendadak membuat warga memilih membatasi kegiatan di luar rumah.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada pedagang es yang bergantung pada cuaca panas dan keramaian wisatawan. Salah seorang pedagang, Sabran Nasution (31), mengatakan penjualan selama libur Nataru tahun ini jauh dari harapan.
“Kalau hujan orang jarang beli es. Dari tadi malam hujan, makanya buka agak siang karena cuaca mendung,” ujar Sabran, Minggu (28/12/2025).
Ia membandingkan dengan Nataru tahun lalu, saat cuaca cerah membuat omzet penjualan esnya mencapai sekitar Rp1,2 juta per hari. Tahun ini, pendapatan hariannya turun hingga sekitar Rp600 ribu.
“Kadang setengahnya, bahkan bisa turun lagi kalau hujan terus,” katanya.
Sabran menambahkan, bahan dagangan seperti es jagung dan es campur tidak bisa disimpan lama. Jika tidak habis terjual, bahan terpaksa dibuang sehingga menambah kerugian.
Kondisi serupa dirasakan pedagang es lainnya, Rahmat Swandi (28). Ia mengaku mengurangi jumlah dan jenis dagangan untuk menekan potensi kerugian.
“Biasanya jual beberapa jenis, sekarang cuma pop ice saja karena menyesuaikan cuaca,” ujarnya.
Menurut Rahmat, perbedaan omzet sangat terasa antara cuaca cerah dan hujan. Saat panas, penjualan meningkat, namun ketika hujan pembeli hampir tidak ada.
Para pedagang berharap cuaca segera membaik agar kunjungan wisata kembali meningkat. Libur Nataru yang biasanya menjadi momen peningkatan pendapatan, tahun ini justru menjadi tantangan bagi pedagang es di kawasan Pantai Air Bangis.(CR6)
Editor : Hendra Efison