Jembatan sepanjang 18 meter, lebar 4,55 meter, dan kapasitas muatan 15 ton ini kembali menghubungkan akses utama warga serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian.
Peresmian dilakukan Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Dandim 0305/Pasaman Letkol Inf Darmawan Hendra Wijaya, disaksikan unsur Forkopimda Kecamatan Kinali, OPD terkait, Ketua TP PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Erisa Doddy San Ismail, serta pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Pasaman Barat Yulianto menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, dan jajaran TNI atas percepatan pembangunan jembatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, dan seluruh jajarannya. Kita sama-sama melihat, dalam hitungan satu minggu jembatan ini selesai,” kata Yulianto, Senin (19/1/2026).
Yulianto juga mengimbau masyarakat bersama pemerintah menjaga dan memelihara jembatan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Dandim 0305/Pasaman Letkol Inf Darmawan Hendra Wijaya menyebut pembangunan jembatan bailey merupakan hasil sinergi TNI AD, khususnya Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol dan Korem 032/Wirabraja, dalam penanganan tanggap darurat pascabencana.
“Tahapan dimulai dari survei bersama untuk menentukan prioritas. Selanjutnya, personel Kodim 0305/Pasaman, Denzipur 2, Yon TP, dan unsur terkait bekerja bersama merealisasikan jembatan ini,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Koto Gadang Jaya, Kasmotiharjo, menyatakan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk mobilitas dan pengangkutan hasil pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Jembatan ini sangat penting karena menjadi satu-satunya akses keluar masuk hasil tani warga,” kata Kasmotiharjo.(cr6)
Editor : Hendra Efison