Korban diketahui merupakan pemilik rumah yang berprofesi sebagai petani. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, saat kejadian korban berada di dalam rumah ketika pohon kelapa di sekitar pekarangan tumbang akibat terpaan angin kencang dan langsung menghantam bangunan.
Kepala Bidang BPBD Kabupaten Pasaman Barat, Afrizal, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada sore hari dan segera melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat untuk penanganan awal.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan deras disertai angin kencang. Pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah korban. Korban meninggal dunia di tempat,” ujar Afrizal.
Evakuasi Korban oleh Warga dan Petugas
Setelah kejadian, petugas bersama warga sekitar langsung melakukan evakuasi korban dari dalam rumah yang tertimpa pohon kelapa. Proses evakuasi dilakukan untuk memastikan korban dapat segera dibawa ke rumah duka.
Jenazah Mukhri kemudian dipulangkan ke kediaman keluarganya untuk proses pemakaman. Peristiwa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada satu unit rumah milik korban.
BPBD Kabupaten Pasaman Barat mencatat kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Afrizal menambahkan, kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan potensi terjadinya bencana, khususnya pohon tumbang yang dapat membahayakan warga.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar pohon besar atau pohon yang sudah tua.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah. Jika sudah lapuk atau berisiko tumbang, segera lakukan penebangan sebagai langkah antisipasi,” kata Afrizal.
BPBD Pasaman Barat juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dipicu cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang, yang dapat terjadi secara tiba-tiba.(*)
Editor : Hendra Efison