Berdasarkan informasi dari Pos SAR Pasaman, korban diketahui bernama Uki Pratama Putra (16), warga Jorong Pantai Indah, Nagari Maligi. Laporan awal mengenai kejadian ini diterima dari seorang warga bernama Dendi pada pukul 06.50 WIB.
Peristiwa bermula pada 16 Maret 2026, ketika korban diketahui pergi menuju kawasan Sikilang melalui jalur pantai. Namun, setelah dilakukan pengecekan, korban tidak pernah sampai ke tujuan tersebut.
Sehari berselang, pada 17 Maret 2026, seorang nelayan bernama Napis mengaku melihat sesosok mayat mengapung di tengah laut, sekitar 4 mil laut dari garis pantai. Ciri-ciri pakaian yang dikenakan disebut-sebut menyerupai milik korban.
Meski demikian, nelayan tersebut tidak dapat mengevakuasi jasad yang ditemukan karena keterbatasan peralatan. Hingga kini, keberadaan korban masih belum dapat dipastikan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Rescue dari Pos SAR Pasaman diberangkatkan ke lokasi kejadian pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Titik pencarian berada di koordinat 00°00'22,2" LU dan 99°34'56,3" BT, dengan jarak sekitar 34,46 kilometer dari Pos SAR Pasaman.
Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Setelah menerima informasi pada pagi hari, tim rescue langsung kami kerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujarnya.
Dalam operasi pencarian ini, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pencarian, baik melalui jalur laut maupun udara. Peralatan yang digunakan antara lain perahu karet jenis RIB (Rigid Inflatable Boat), LCR (Landing Craft Rubber), serta drone thermal untuk membantu pemantauan dari udara.
“Kami menurunkan sejumlah alat utama (alut) dan peralatan pendukung guna memaksimalkan pencarian. Hingga saat ini, korban masih dalam pencarian,” tambah Novi.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR bersama unsur terkait. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan seiring dengan hasil pencarian di lapangan. (cr6)
Editor : Adetio Purtama